Is TotalEnergies Bailing on Asia’s Green Boom? Debt Pressure Exposes a Dirty Truth
Apakah TotalEnergies Mundur dari Ledakan Hijau Asia? Tekanan Utang Mengungkap Fakta Pahit

Jadi 'raksasa hijau' ini mungkin menjual peternakan surya dan angin di Asia hanya agar bisa bertahan secara finansial? Itu ironi yang tak dibahas siapa pun. TotalEnergies pamer kredibilitas keberlanjutannya sambil diam-diam melepas aset yang mewakili masa depan energi bersih.
Mari jujur: perusahaan bahan bakar fosil tak beralih ke hijau karena altruisme. Mereka mengelola laporan keuangan, bukan amal. Jika energi terbarukan di Asia tak memberi keuntungan cukup cepat, tentu saja mereka akan berpaling. Skandal sebenarnya bukan penjualannya — tapi berpura-pura transisi ini murni demi planet.
Ini adalah peringatan. Kita memuja perusahaan fosil sebagai pemimpin iklim, padahal mereka hanya mengamankan taruhan. Melepas energi terbarukan yang kurang untung? Bukan perputaran strategi — tapi operasi darurat prioritas laba. Begitu hijau tak menguntungkan, langsung dibuang.
Tunggu dulu. Hanya karena Total merampingkan bukan berarti transisi hijau mati. Mungkin mereka fokus ke pasar yang lebih menguntungkan. Alokasi ulang modal bukan kegagalan — itu strategi.
Strategi? Atau cuma mengejar untung kuartalan? Sudah pernahkah raksasa fosil memprioritaskan keberlanjutan jangka panjang daripada keuntungan sesaat? 'Fokus ke pasar berimbal tinggi' adalah bahasa korporat untuk 'kami lebih suka uang instan'.
Kehilangan investasi TotalEnergies itu menyakitkan. Kita butuh modal untuk berkembang — terutama di Vietnam dan Indonesia. Tapi mungkin pemain lokal bisa mengambil peran? Ada bakat dan ambisi di sini. Jangan buru-buru menyerah pada mimpi hijau Asia.
Di zaman saya dulu, kami menyebutnya 'penyesuaian portofolio'. Lagu lama, era berbeda. Perusahaan ini bukan badan amal. Mereka pergi ke mana margin tinggi. Infrastruktur Asia mahal, regulasi berantakan. Tak heran mereka ambil uang dan pergi.
Jadi insentif pajak solar atap saya terasa agak sia-sia ketika perusahaan besar sudah melipat tenda hijaunya. Apa kita benar-benar percaya mereka peduli bumi kita jika menyerah saat melihat tanda merah di laporan keuangan?
Tapi lihat sisi lainnya — ini bisa membuka jalan bagi dana regional dan startup hijau. Kurangnya uang dari fosil bisa berarti lebih banyak ruang untuk inovasi nyata. Jangan pernah meremehkan hasrat perubahan di Jakarta atau Bangkok.