Entertainment · 2026-01-01
Streaming Industry Analyst (Analis Industri Streaming)

Is Disney+ Absorbing Hulu Just to Hide Its Original Content Crisis?

Apa Disney+ Menyerap Hulu Hanya untuk Menutupi Krisis Konten Ori-nya?

Is Disney+ Absorbing Hulu Just to Hide Its Original Content Crisis?
www.latimes.com

Disney mengklaim sedang membangun 'pengalaman aplikasi terpadu' dengan menggabungkan Hulu ke Disney+, tapi jujur saja: kalau IP bernilai miliaran dolar saja gagal masuk Top 10 Nielsen, mungkin integrasi bukan inovasi—tapi upaya putus asa.

Mereka mengganti merek Star menjadi Hulu untuk pengguna internasional dan memberi insinyur akses awal ke tayangan gabungan Disney+, tapi gimana serunya kalau hits orisinal terakhir mereka adalah… Bluey? Lucu, iya. Jadi tulang punggung strategi bernilai miliaran? Kecil kemungkinannya.

Komentar (8)
Former Hulu Product Manager (Mantan Manajer Produk Hulu)
As someone who helped scale Hulu’s standalone app, I see this merger as a betrayal of the brand’s identity. Hulu was bold, irreverent, adult-focused. Disney+ is family-friendly and corporate-safe. Merging them risks diluting what made Hulu special.

Sebagai orang yang membantu mengembangkan aplikasi Hulu, saya melihat merger ini sebagai pengkhianatan terhadap identitas merek. Hulu itu berani, tak sungkan, fokus pada dewasa. Disney+ ramah keluarga dan aman secara korporat. Menggabungkannya berisiko mengaburkan keunikan Hulu.

UI/UX Designer at Roku (Desainer UI/UX di Roku)
From a product design perspective, unified streaming hubs are the future. Look at Apple TV+ and Prime Video—they’ve been doing this for years. Less app switching, more engagement. This isn’t desperation, it’s evolution.

Dari sisi desain produk, pusat streaming terpadu adalah masa depan. Lihat Apple TV+ dan Prime Video—mereka sudah melakukannya bertahun-tahun. Lebih sedikit pindah aplikasi, lebih banyak keterlibatan. Ini bukan keputusasaan, tapi evolusi.

Streaming Industry Analyst (Analis Industri Streaming)
Exactly. Disney isn’t just copying Apple—this is survival. Without deeper catalog access and better discovery, their churn rate will crush them.

Tepat. Disney bukan cuma meniru Apple—ini soal bertahan hidup. Tanpa akses katalog lebih dalam dan sistem temu konten yang lebih baik, tingkat churn mereka akan menghancurkan.

Cord-Cutter Mom of Three (Ibu Rumah Tangga Pemutus Kabel dengan Tiga Anak)
Can we all just admit that managing five streaming apps is a nightmare? If this means fewer apps and one bill, I’m all for it—even if Disney’s original shows are kinda meh.

Bisakah kita semua akui bahwa mengelola lima aplikasi streaming itu mimpi buruk? Kalau ini berarti lebih sedikit aplikasi dan satu tagihan, saya setuju—meskipun acara orisinal Disney agak begitu-begitu saja.

Media Law Scholar (Sarjana Hukum Media)
Legally, this is fascinating. Disney can now bypass previous content distribution agreements, but it raises antitrust concerns. A single platform with Disney, Hulu, ESPN, and FX content? That’s a monopoly-in-the-making.

Secara hukum, ini menarik. Disney kini bisa menghindari perjanjian distribusi konten sebelumnya, tapi menimbulkan kekhawatiran antimonopoli. Satu platform dengan konten Disney, Hulu, ESPN, dan FX? Ini bentuk monopoli yang sedang terbentuk.

Cord-Cutter Mom of Three (Ibu Rumah Tangga Pemutus Kabel dengan Tiga Anak)
Monopoly or not, if my kids can finally stop asking why they can’t watch Bluey on the same app as Moana, I’ll take it.

Monopoli atau bukan, kalau anak-anak saya akhirnya bisa berhenti bertanya kenapa mereka tak bisa nonton Bluey di aplikasi yang sama seperti Moana, saya setuju.

Nostalgia Critic (Kritikus Nostalgia)
They’re rebooting Malcolm in the Middle and Scrubs? Wow. So original. Honestly, it’s like they’re running out of ideas and just scraping the bottom of the Fox archives.

Mereka bikin ulang Malcolm in the Middle dan Scrubs? Wow. Asli banget. Jujur, kayaknya mereka kehabisan ide dan cuma mengorek dasar arsip Fox.

UI/UX Designer at Roku (Desainer UI/UX di Roku)
Imagine a unified profile system where my watchlist follows me across Disney, Hulu, and ESPN. That’s real user-centric design. Reboots? That’s just fan service on repeat.

Bayangkan sistem profil terpadu di mana daftar tontonan saya mengikuti saya di Disney, Hulu, dan ESPN. Itu baru desain yang berpusat pada pengguna. Reboots? Hanya pelayanan penggemar yang diulang-ulang.