Is AI Still the King at Web Summit 2024 — While the Market Crumbles Like a Biscuit?
Apakah AI Masih Raja di Web Summit 2024 — Sementara Pasar Ambyar Seperti Biskuit Dicelup Kopi?

Web Summit kembali hadir di Lisbon, menyebut dirinya 'Davos untuk para kutu buku' — lengkap dengan jet pribadi yang memadati landasan dan para CEO yang menawarkan AI seolah-olah itu kunci damai dunia. Tapi jujur saja: rollercoaster saham AI bikin para investor mual, dan bahkan Michael Burry aja bertaruh melawan semua hype ini.
Sementara itu, bandara Lisbon sampai menolak pesawat jet pribadi. Ironicnya? Para CEO teknologi terbang untuk bicara soal 'inovasi' dan 'efisiensi', tapi malah terjebak macet layaknya kendaraan darat. Mungkin terobosan AI sebenarnya adalah belajar cara pesan slot parkir pesawat.
Hebat sekali, 70.000 orang teknopati lagi turun ke kota saya, pesan latte susu oat dan ngomel soal Wi-Fi sementara saya aja gak bisa bawa skuter pengiriman karena macet. Suara jet pribadi saja sudah bikin saya migren sejak Selasa.
Ya, jet-jet itu bikin kesel, tapi ini acara networking terbesar tahun ini. Tahun lalu saya dapat akuisisi setelah ketemu investor malaikat di antrean shuttle. Kadang gesekan kecil malah bikin keajaiban.
Semua sibuk berdebat soal slot parkir dan turunnya saham sampai lupa masalah sebenarnya: panel AI sama sekali tidak beragam. Hanya pria kulit putih yang itu-itu juga meramal masa depan umat manusia. 'Zaman AI' memang — zaman ruang gema.
Tepat sekali. Kita sedang mengalami krisis filosofis yang dibungkus jadi konferensi teknologi.
Pasar memang cemas, iya. Tapi ingat — semua terobosan besar dulu disebut gelembung sebelum akhirnya mengubah segalanya. Krisis dot-com dulu? Sekarang lihat Amazon.
Mari kita bicara soal jejak karbon dari penerbangan 70.000 orang dan 100 jet pribadi ke Lisbon demi 'summit inovasi ramah lingkungan.' Kemunafikannya terasa nyata.
Barusan saya dimarahin karena nggak punya kunci lounge eksklusif buat pendiri yang datang 3 jam terlambat. Kami malah bagi-bagi kombucha gratis tapi gak bisa atur lalu lintas landasan. Tolong dong, ada yang bikin AI buat logistik dasar nggak?
Sempat wawancara singkat sama CEO Cohere. Katanya, 'AI nggak dibesar-besarkan — kita cuma terlalu cepat masuk.' Klasik deh optimisme pendiri. Saya baru percaya kalau jetnya bisa mendarat tepat waktu.