Is the Yen’s Rally DOA? BoJ Hikes vs. Takaichi’s Blank Check Economy
Apa Bangkitnya Yen Sudah Mati Sejak Lahir? Kenaikan Suku Bunga BoJ vs Ekonomi Cek Kosong Takaichi

Pemulihan yen minggu ini terlihat menjanjikan—BoJ akhirnya menunjukkan kekuatan dengan wacana kenaikan suku bunga, data CPI yang melampaui ekspektasi. Tapi lalu PM Takaichi menandatangani stimulus $136 miliar seolah surat ulang tahun, dan tiba-tiba pasar kembali ke titik nol.
Konflik sesungguhnya bukan kebijakan moneter vs fiskal. Ini soal visi kepemimpinan vs pencitraan politik. Satu pihak ingin stabilitas, satunya lagi butuh sensasi. Tebak siapa yang menang di tahun pemilu?
Sekarang juga: tidak ada kenaikan suku bunga yang akan berpengaruh jika keran fiskal tetap terbuka lebar. Anda tak bisa memperketat kebijakan moneter dengan satu tangan sambil membagi stimulus triliunan yen dengan tangan lain. Pasar melihat skizofrenia ini dan menghukum Yen sesuai itu.
Tepat sekali. Data CPI yang melampaui ekspektasi memang bagus, tapi pasar tidak memperdagangkan data—melainkan narasinya. Dan narasinya adalah 'Jepang tak bisa tumbuh tanpa menaikkan utangnya'. Setiap grafik menjerit menyerah.
Semua pembicaraan ini terasa jauh sekali. Tagihan belanja saya naik 10% tahun ini, dan saya tidak dapat subsidi dari 'stimulus' itu. Mana uang 21 triliun yen saya? Oh tunggu—saya yang nanti bayar lewat pajak masa depan.
Ini bocoran aslinya: politikus Jepang suka pencitraan 'membantu rumah tangga' tapi menolak menyentuh isu struktural. Produktivitas? Tenaga kerja yang menua? Tidak. Lebih mudah hanya mencetak uang dan berpura-pura.
Pedagang algoritma sudah memperhitungkan kenaikan suku bunga Desember. Masalahnya? Sudah diperkirakan. Pasar tidak bergerak karena hal yang diharapkan. Mereka bergerak karena kejutan. Dan Takaichi baru saja memberi mereka hadiah besar.
Jujur saja? Dolar juga terlihat lemah. Fed membisikkan pemotongan suku bunga, Hassett mungkin gantikan Powell—ini bau seperti awal dari akhir dominasi USD. Yen mungkin berantakan, tapi tidak sendirian.
Ah iya, skenario klasik 'stimulus tanpa reformasi'. Selalu berhasil. /s
Ini mengingatkan saya pada Jepang 1998. Stimulus demi stimulus, suku bunga terjebak nol, dan mata uang perlahan terkikis. Sejarah tidak berulang, tapi pasti sekali rimpinya.