Is This $280 Superstar the Most Overhyped Sneaker Drop of 2025 — Or a Quiet Masterpiece?
Apakah Superstar $280 Ini Rilisan Sepatu Paling Dihype di 2025 — Atau Karya Seni yang Diam-diam Luar Biasa?

Setiap kali Grace Wales Bonner berkolaborasi dengan Adidas, dunia mode menghentikan napasnya. Sejak 2020, dia menjadi kolaborator paling konsisten Adidas, mengubah pakaian olahraga menjadi seni yang bisa dikenakan dengan ketelitian seorang akademisi dan jiwa seorang penyair.
Biasanya sorotan tertuju pada desain orisinalnya seperti Karintha Lo, tapi jangan anggap remeh rilisan ulang Superstar ini—kulit putih dengan tekstur buaya, tiga garis cokelat tua, dan detail foil emas yang berbisik kemewahan, bukan berteriak. Dengan harga $280, ini jelas tidak murah, tapi apakah ini kejeniusan atau minimalisme yang mahal belaka?
Oh ayolah. $280 untuk Superstar? Harganya sama dengan sepatu biasa yang punya 10x lebih banyak hype di pasar sekunder. Kita bayar karena nama, bukan produknya. Ini bukan inovasi—ini akrobatik branding.
Kamu sadar tujuannya bukan hype, kan? Ini tentang mengangkat hal-hal biasa. Superstar adalah artefak budaya. Dia memperlakukannya seperti kanvas, bukan baliho. Itulah perbedaan antara mode dan konsumerisme.
Sudah pre-order dua pasang. Satu dipakai, satu disimpan. Ini puncak sinergi Adi-Wales. Kulit buayanya? Sempurna sekali.
Jangan romantisasi hal ini. Rantai produksi untuk kulit buaya palsu dan lapisan satin menimbulkan pertanyaan etika serius. Meski 'palsu', produksi massal dengan harga sebegini tetap mengeksploitasi tenaga kerja. Mode tidak seharusnya menjadi seni jika dibangun di atas kebisuan.
Ingat Samba navy 2024? Ini energi yang sama—kemewahan minimal dengan berat akademis. Dia bukan merancang sepatu. Dia menulis catatan kaki dalam sejarah mode.
Dan orang-orang heran kenapa Gen Z meninggalkan dunia fashion. $280 untuk catatan kaki? Saya lebih memilih berinvestasi pada pendidikan sungguhan.
Suka desainnya, benci markup-nya. Dari segi biaya produksi, sepatu ini mungkin $60. Sisanya adalah aura merek dan sandiwara kelangkaan. Tapi ya, kalau orang mau bayar, Adidas akan terus menghidangkannya.
Dan itu alasan tepat mengapa Wales Bonner penting. Dia memaksa percakapan melampaui label harga dan statistik jual kembali. Karyanya membuat kita bertanya: Sebenarnya apa itu mode?