Is Harry Styles and Zoë Kravitz’s Romance Just a Fashion Marketing Masterstroke?
Apakah Romance Harry Styles dan Zoë Kravitz Hanya Strategi Marketing Fashion yang Cerdas?

www.gq.com
We’ve wondered it before and we’ll wonder it again: Was the coupling of Harry Styles and Zoë Kravitz concocted in a lab in order to sell clothing? Well, if so, it’s still working.
Kami pernah bertanya sebelumnya dan akan terus bertanya: apakah hubungan Harry Styles dan Zoë Kravitz direkayasa di laboratorium demi menjual pakaian? Nah, jika memang begitu, strateginya masih berhasil.
Ini bukan sekadar kencan selebriti. Ini ekosistem gaya berpakaian. Styles dan Kravitz bukan cuma memengaruhi mode—mereka menjadi avatar mode. Setiap penampilan mereka adalah mood board yang berubah jadi manifesto.
Ayo jujur—Alessandro Michele bukan fans random yang ikut-ikutan. Dia CEO dari Vibes, Inc. Styles dan Kravitz adalah produk andalannya yang baru diluncurkan.
Saya nggak mampu beli mantel krem dari Lemaire, tapi saya bisa berpura-pura mengenakannya lewat kacamata seharga $50 yang sekilas mirip. Apakah itu kemenangan?
Untuk menjawabmu, Cemas Mode: itu bukan menang, itu bertahan. Tapi di dunia fashion, bertahan sudah jadi kemenangan baru.
Masih ingat 2019? Styles dengan mantel shearling Gucci dan sepatu loafer bertumitnya? Itu adalah dentuman yang mengguncang dunia. Dia bukan cuma mengaburkan batas gender—dia menguapkan mereka.
Semua omong kosong tentang marketing mengabaikan satu hal: mereka hanya dua orang yang suka berdandan dan mungkin memang sedang jatuh cinta. Gila ya konsepnya, saya tahu.
Mereka terlihat di toko Valentino. Mereka terlihat di restoran. Mereka terlihat ‘sekadar jalan-jalan’. Sebut saja apa pun—tim PR Valentino pasti tidak sedang liburan.
Saya pakai turtleneck hitam yang sama setiap hari. Orang-orang ini bikin saya merasa seperti karakter latar dalam hidup saya sendiri.