Is the Dollar Making a Glorious Comeback? Why the 'Sell America' Hype Just Got Crushed
Apakah Dolar Kembali Berjaya? Mengapa Heboh 'Jual Amerika' Tiba-Tiba Tumbang

Penguatan dolar terbaru bukan sekadar riuh semata—ini adalah balas dendam penuh gaya. Setelah berbulan-bulan para pakar menyatakan kemunduran greenback dan mendorong narasi 'jual Amerika', kenyataan justru menghantam mereka pakai spreadsheet Bloomberg. Ternyata, meminjam yen atau franc murah untuk membiayai investasi dolar masih memberi imbal hasil terbaik yang telah disesuaikan dengan risiko.
Saham Eropa menjanjikan pertumbuhan, tapi volatilitasnya membuat angka-angka bergoyang. Obligasi Tiongkok? Stabil, tapi imbal hasilnya nyaris nihil. Sementara itu, dolar justru punya keyakinan tenang seperti sniper yang membidik—tenang, akurat, dan sangat efektif. Tidak mencolok, tapi menang.
Jangan lupa: setelah Nixon meninggalkan Bretton Woods, dominasi dolar bergantung pada kredibilitas. Kita sedang melihat kepercayaan itu kembali terbayar. Mata uang ini kuat bukan karena sempurna—tapi karena pesaingnya sedang goyah.
Masih menunggu perbincangan dominasi dolar yang akhirnya membahas gajah dalam ruangan: CBDC. Kalau bank sentral mulai menerbitkan uang digital dengan imbal hasil 5% tanpa risiko, model carry trade ini bisa rontok semalam.
Tepat sekali. Begitu Jepang benar-benar normalisasi kebijakan dan yen naik di atas 120, strategi ini langsung jadi menyakitkan. Kita mungkin sedang mengejar hantu sambil gelombang berbalik arah.
Dan jangan berpura-pura zona Eropa tidak punya masalah struktural. Dari kekhawatiran resesi Jerman hingga kekacauan fiskal Prancis, tak ada yang menawarkan alternatif bersih. Euro tak bisa jadi mata uang cadangan jika tak bisa menimbulkan kepercayaan.
Semua pembicaraan ini, dan tetap tak ada yang menyebut Bitcoin? Orang-orang ingin 'de-dolarisasi' tapi menolak menghadapi volatilitas seperti orang dewasa. Lucu saja kalau koin 'tempat berlindung' mereka anjlok 30% dalam seminggu.
Jujur saja, saya hanya ingin tabungan saya bertahan. Kalau dolar masih pilihan paling tidak buruk, ya saya ambil. Tidak glamor, tapi ketenangan hati itu penting.
Debat ini mengabaikan kepercayaan geopolitik. Dolar bertahan bukan karena spreadsheet, tapi karena AS masih punya lembaga yang (sebagian besar) berfungsi. Tidak ada algoritma yang bisa memperbaiki kredibilitas.
Sementara itu, saya di sini hanya bisa melihat ETF 'pertumbuhan tinggi' saya terus merosot 7%. Mungkin saya seharusnya menjual pendek impian saya dari dulu.