Is Iraq Heading for a Fiscal Tsunami? Experts Warn $11.4 Billion Deficit Could Trigger Salary Meltdown
Apakah Irak Menuju Tsunami Fiskal? Pakar Peringatkan Defisit $11,4 Miliar Bisa Picu Krisis Gaji

Irak bisa menghabiskan cadangan senilai $11,4 miliar hingga akhir tahun, dan para ekonom mulai mengumandangkan peringatan: negara mungkin tak mampu lagi membayar gaji pegawai negeri tahun depan. Dengan harga minyak yang terjebak di kisaran $60–65, sumber dana utama nyaris hanya cukup untuk biaya operasional dasar.
Skandal sebenarnya? Utang domestik lebih dari $68 miliar dan belanja kesejahteraan fiktif. Seorang ekonom mengatakan sudah waktunya audit 'gaji hantu'—karena ternyata orang mati dan sepupu para politisi masih 'tercatat sebagai pegawai'.
Kita sudah hidup dari 'uap minyak' sejak 2020. Harga $65 per barel tidak cukup. Tidak ada diversifikasi, tidak ada rencana cadangan. Ini bukan krisis—ini keruntuhan perlahan yang sudah diperingatkan sejak dulu.
Tolonglah. Saya belum terima gaji penuh selama enam bulan. Sementara itu, daftar 'bonus khusus' kementerian memiliki 3.000 nama. Kebetulan, mayoritas adalah kerabat anggota parlemen.
Audit gaji hantu adalah langkah pertama. Tapi masalah utamanya? Ketidaktransparanan anggaran. Anggaran 2026 bahkan belum disusun, namun kementerian-kementerian sudah belanja seolah tidak ada hari esok.
Tepat sekali. Dana 'perbaikan modal' sekolah saya dialihkan ke 'peningkatan keamanan'—yang ternyata hanya tiga satpam untuk wakil menteri.
Bank Sentral menghabiskan $11 miliar dari cadangan hanya untuk menstabilkan dinar. Itu bukan kebijakan—itu pertolongan darurat keuangan yang nyaris tak tertolong.
Meminjam lebih banyak tidak berguna—utang domestik sudah lebih dari $68 miliar, dan kapasitas pasar untuk menyerap terus menyusut. Seperti meminta orang yang dehidrasi minum air laut lebih banyak.
Mengingatkan saya pada Yunani 2012. Skripnya sama: anggaran ditunda, belanja fiktif, lalu IMF datang 'menyelamatkan'—dengan program hemat yang justru menyengsarakan rakyat miskin.
Sistem pelacakan digital bisa mengakhiri gaji hantu dalam semalam. Tapi selama politisi masih diuntungkan oleh ketidaktransparanan, reformasi akan selalu 'dalam kajian'.