Kim K Just Made Gift-Wrapping a High-Fashion Flex (Again) – Is This Genius or Peak Nonsense?
Kim K Baru Saja Ubah Bungkus Kado Jadi Tren Fashion Lagi—Ini Jenius atau Cuma Lebay?
Jadi Kim Kardashian baru saja unjuk video meriah—kali ini menampilkan kado Natal 2025-nya yang dibungkus pakai kain piyama flanel SKIMS. Ia bahkan mengarahkan kamera ke dirinya sendiri yang mengenakan motif yang sama, berkata, ‘Kami ingin lebih meriah.’ Yakin, Kim? Nggak ada yang lebih ‘bernuansa libur’ selain ubah bungkus kado jadi billboard berjalan untuk merek seharga miliaran dolar-mu.
Jujur saja—ini bukan soal kertas kado. Ini soal sulap merek: ubah rutinitas libur yang membosankan jadi momen viral pemasaran. Dan iya, putrinya North ‘bantu pilih’, yang lucu tapi—jujur saja—tambang emas PR. Hadiah sesungguhnya? Iklan gratis di musim paling sentimental di dunia.
Oke, aku akui—pakai kain bukan kertas kado sekali pakai emang ramah lingkungan. Kado berbahan pakai ulang? Itu nilai plus. Tapi sebut itu ‘meriah’ hanya karena motifnya sama dengan piyamamu? Kayaknya pemasaran lagi kelewat batas.
Ini kelas master pemasaran konten. Dia bukan cuma bungkus kado—dia bungkus impian. Kainnya, pohonnya, kalimat ‘North yang bantu pilih’—semua dirancang agar viral. Iya, ini komersial, tapi 90% hal yang kita suka di Instagram juga begitu.
Jadi Natal depan, saat aku bungkus kado anakku pakai sprei bekas dan bilang itu ‘branding rumahan ramah lingkungan,’ jangan nilai aku.
Ada batas tipis antara integrasi dan eksploitasi. Memakai anak dalam branding—meski ‘lucu’—menormalkan ide bahwa momen keluarga adalah konten publik. Itu bukan meriah. Itu mengkhawatirkan.
Bayangkan harus tinggal di rumah di mana selimut apa pun bisa jadi kampanye iklan.
Kalian pada salah fokus. North punya gaya yang luar biasa. Ingat tampilan Met Gala-nya? Biarin anak 12 tahun itu jadi direktur kreatif keluarga.
Aku sudah pakai koran bekas dan benang bertahun-tahun. Ini kemewahan yang tenang. Nggak semua harus berlabel merek—meski itu SKIMS.