Is CoreWeave the Next AWS—or the First Domino to Fall in the AI Bubble?
Apakah CoreWeave akan jadi AWS-nya era AI—atau malah batu domino pertama yang jatuh dalam gelembung AI?

CoreWeave dibangun di atas gunungan utang—sebesar $11 miliar—dan pendapatannya bahkan belum bisa menutup bunga, apalagi belanja modal. Ini bukan sekadar berisiko; ini nyaris sihir: pinjam dengan bunga 11% untuk membiayai mimpi AI di masa depan dan berharap uangnya mencetak dirinya sendiri.
Tapi ini pukulan telaknya: investor sudah untung 160% sejak IPO. Euforia AI benar-benar nyata, dan CoreWeave adalah permainan 'cangkul dan kapak' terakhir. Masalahnya, kebanyakan cangkul itu dibeli secara kredit, dan demam emasnya mungkin tidak bertahan cukup lama untuk melunasi semuanya.
Kamu terlalu fokus pada detail kecil sampai melewatkan gambaran besar. RPO-nya sudah lebih dari $30 miliar dan terus naik. CoreWeave bukan membakar uang—ini hanya memajukan belanja modal karena permintaannya nyata. Setiap revolusi teknologi dimulai dengan pengeluaran yang tak terbayangkan.
Memajukan belanja modal hanya berhasil jika hasilnya muncul tepat waktu. Saat ini, biaya modal CoreWeave mencapai 11%. Dengan margin operasional hanya 1.6%, mereka rugi dalam setiap dolar yang diinvestasikan. Itu bukan investasi—itu menyumbang.
Ini seperti tahun 2000-an kembali lagi. Kita kembali ke perusahaan tanpa laba, utang gila-gilaan, dan narasi 'percaya kami, masa depan cerah'. Aku masih ingat Pets.com—energinya sama persis.
Pets.com tidak punya 71% pendapatan dari Microsoft. CoreWeave punya kontrak nyata dari perusahaan kelas atas. Lagipula, kekurangan komputasi AI itu nyata—ini bukan produk fiktif.
Jujur saja: NVIDIA sendiri sudah jadi 'pemain cangkul dan kapak'. CoreWeave cuma menyewakan cangkul yang dibuat NVIDIA. Kenapa tidak langsung ke sumbernya?
Karena tidak semua orang ingin membangun dan mengelola data center. CoreWeave menawarkan skala dan akses. Perantara punya nilai—sampai raksasa teknologi membawa semuanya ke dalam internal.
Siapa peduli utang? Di era AI, kamu habiskan uang untuk rebut pangsa pasar. Pertumbuhan mengalahkan segalanya. Kalau kamu tidak rugi uang, artinya kamu tidak cukup berusaha.
Tentu, sampai kreditor berhenti memperpanjang pinjaman. Lalu 'pertumbuhan dengan segala cara' berubah jadi 'bangkrut secepat mungkin'.