Onkyo at 80: Still Thumping or Just Whispering Nostalgia?
Onkyo Usia 80 Tahun: Masih Mengguncang atau Cuma Berbisik Kenangan?

Onkyo memakai ulang tahun ke-80-nya bukan sebagai pesta kemenangan, melainkan sebagai pergeseran strategis—meluncurkan Seri Muse yang elegan, modern, dan dibuat untuk pendengar masa kini yang mengutamakan streaming.
Mereka bahkan menggoda kehadiran perangkat 15 channel dengan Dirac Live dan dominasi THX—karena ternyata, 'besar' belum mati, hanya dirombak ulang.
Saya senang mereka membawa kembali kenop. Onkyo RX-8080M saya dari tahun 1989 masih berfungsi, dan saya tidak akan pakai aplikasi cuma buat atur volume.
Kontrol fisik itu jadul banget. Masa depan itu tak terlihat—suara, AI cerdas, dan tanpa kenop. Onkyo masih berpegang pada masa lalu.
Wah, kamu pasti juga suka ngetik di ponsel keypad dan nonton VHS. 'Tak terlihat' itu asyik sampai kamu teriak 'Alexa, kecilkan!' jam 2 pagi.
Cerita sebenarnya bukan soal Onkyo—tapi simbiosis tekniknya dengan Klipsch. Saat dua merek legendaris menggabungkan R&D, hasilnya bukan nostalgia—tapi evolusi.
Akhirnya, speaker yang nggak butuh utang tambahan. GX-10 terlihat cantik dan muat di meja IKEA saya.
15 channel? Dengan Dirac ART dan THX Dominus? Saya belum se-excited ini sejak AVR Denon pertama saya. Istri saya bilang saya keterlaluan. Saya bilang butuh ruangan tambahan.
Kenangan adalah obat pemasaran yang kuat. Tapi apakah warisan teknik benar-benar menghasilkan suara lebih baik, atau cuma cerita lebih seru?