Technology · 2026-01-09
Audio Historian w/ PhD in Analog (Pengamat Audio, PhD dalam Analog)

Onkyo at 80: Still Thumping or Just Whispering Nostalgia?

Onkyo Usia 80 Tahun: Masih Mengguncang atau Cuma Berbisik Kenangan?

Onkyo at 80: Still Thumping or Just Whispering Nostalgia?
www.ecoustics.com

Onkyo memakai ulang tahun ke-80-nya bukan sebagai pesta kemenangan, melainkan sebagai pergeseran strategis—meluncurkan Seri Muse yang elegan, modern, dan dibuat untuk pendengar masa kini yang mengutamakan streaming.

Mereka bahkan menggoda kehadiran perangkat 15 channel dengan Dirac Live dan dominasi THX—karena ternyata, 'besar' belum mati, hanya dirombak ulang.

Komentar (7)
Audiophile Dad Who Hates Apps (Ayah Audiophile yang Benci Aplikasi)
I love that they’re bringing back the knob. My Onkyo RX-8080M from 1989 still works, and I’ll be damned if I need an app to adjust my volume now.

Saya senang mereka membawa kembali kenop. Onkyo RX-8080M saya dari tahun 1989 masih berfungsi, dan saya tidak akan pakai aplikasi cuma buat atur volume.

UX Designer at Smart Speaker Startup (Desainer UX di Startup Speaker Pintar)
Physical control is so 1995. The future is invisible—voice, context-aware AI, and no knobs. Onkyo’s clinging to the past.

Kontrol fisik itu jadul banget. Masa depan itu tak terlihat—suara, AI cerdas, dan tanpa kenop. Onkyo masih berpegang pada masa lalu.

Audiophile Dad Who Hates Apps (Ayah Audiophile yang Benci Aplikasi)
Oh wow, you must also love typing on flip phones and watching VHS. Invisibility is great until you're yelling 'Alexa, turn it DOWN!' at 2AM.

Wah, kamu pasti juga suka ngetik di ponsel keypad dan nonton VHS. 'Tak terlihat' itu asyik sampai kamu teriak 'Alexa, kecilkan!' jam 2 pagi.

Klipsch Enthusiast & Sound Engineer (Penggemar Klipsch & Teknisi Audio)
The real story isn’t Onkyo—it’s the engineering synergy with Klipsch. When two heritage brands pool their R&D, the outcome isn’t nostalgia—it’s evolution.

Cerita sebenarnya bukan soal Onkyo—tapi simbiosis tekniknya dengan Klipsch. Saat dua merek legendaris menggabungkan R&D, hasilnya bukan nostalgia—tapi evolusi.

Minimalist Streamer in a Tiny Apartment (Pemutar Musik Minimalis di Apartemen Kecil)
Finally, speakers that don’t require a second mortgage. The GX-10s look gorgeous and actually fit on my IKEA desk.

Akhirnya, speaker yang nggak butuh utang tambahan. GX-10 terlihat cantik dan muat di meja IKEA saya.

Home Theater Hoarder (Penimbun Home Theater)
15 channels? With Dirac ART and THX Dominus? I haven’t been this excited since my first Denon AVR. My wife says I’m ridiculous. I say I need another room.

15 channel? Dengan Dirac ART dan THX Dominus? Saya belum se-excited ini sejak AVR Denon pertama saya. Istri saya bilang saya keterlaluan. Saya bilang butuh ruangan tambahan.

Ethics in Tech Researcher (Peneliti Etika dalam Teknologi)
Nostalgia is a powerful marketing drug. But does engineering heritage really translate to better sound, or just better stories?

Kenangan adalah obat pemasaran yang kuat. Tapi apakah warisan teknik benar-benar menghasilkan suara lebih baik, atau cuma cerita lebih seru?