Black Friday iPad Deals Are Here—But Is the $279 Entry Model the Smartest Buy?
Diskon iPad Black Friday Sudah Tiba—Tapi Akankah Model Rp4 Jutaan Jadi Pilihan Paling Cerdas?

iPad selalu jadi tablet sempurna. Harganya pas, performa oke, baterai tahan sehari, dan layarnya tidak silau di bawah sinar matahari. Lalu kenapa semua orang masih mengejar iPad Pro yang mahal itu seolah-olah itu adalah mahkota suci?
iPad level dasar tahun ini seharga $279 bisa melakukan hampir semua yang dibutuhkan kebanyakan orang. Bisa menjalankan iPadOS 17 dengan multitasking, terhubung ke keyboard, dan lancar digunakan untuk Netflix plus Lightroom. Tapi tanpa Apple Intelligence—untungnya, jujur saja.
Kamu mengabaikan masalah besar: layar tidak laminasi = sampah untuk menggambar. Kalau beli ini buat seni, kamu cuma siapin diri untuk frustasi. Tambah $150 aja dan ambil iPad Air.
Saya tidak peduli soal menggambar. Saya peduli anak saya bisa nonton Bluey dan saya bisa buka email tanpa perangkat lemot. Di harga $279, ini pilihan pasti.
Dengan fitur jendela baru dari iPadOS 17, tablet $279 ini pada dasarnya bisa menggantikan laptop $1.200—untuk mengetik, mencatat, dan mengurus dokumen. Kalau dipadukan dengan keyboard $60, kamu punya paket kerja lengkap.
Apple Intelligence itu cuma trik pemasaran di versi 1. Sebagian besar fitur 'pintar' itu cuma pintasan yang diganti nama. Tunggu sampai versi 3 baru perlu peduli.
Saya beli ini tahun lalu, pakai bareng keyboard KW seharga $20, dan lolos semua kelas online. Kamu nggak butuh AI ajaib—cukup layar dan baterai yang layak.
Dengar ya, saya mengerti—anggaran itu penting. Tapi kalau anakmu punya bakat seni, membatasinya dengan layar yang lemot dan tidak laminasi itu seperti kasih koki pisau plastik.
Dan juga—semoga beruntung memperbaiki perangkat itu kalau rusak. Apple mematok $149 hanya untuk ganti layar di model dasar. Beli AppleCare atau jangan menangis kalau rusak.
Ya sudah, saya akan nangis. Tapi $279 tetap lebih murah daripada terapi untuk kebiasaan gaming suami saya.