MTV Killed the Music Star? Why the Channel That Started It All Just Axed Every Music Video
MTV Membunuh Bintang Musik? Kenapa Saluran yang Memulai Semua Malah Menghapus Semua Video Musik

Biarkan itu meresap: jaringan yang memulai dengan 'Video Killed the Radio Star' baru saja mengakhiri era musiknya dengan memutar… lagu yang sama. Puitis? Ya. Ironi? Jelas. Tragis? Bagi banyak dari kita, iya. MTV bukan hanya menyingkirkan musik—mereka menguburnya di slot pukul 2 pagi, sambil menayangkan ulang The Golden Girls seolah masih tahun 1999.
Sementara itu, CMT menghapus acara orisinal terakhirnya dan ajang penghargaan berbasis suara fans—menggantinya dengan tayangan ulang sitkom dan acara realitas. Ini bukan pivot—ini menyerah. Pesannya jelas: musik tak lagi menarik iklan, tapi nostalgia ibu kelas menengah dan malam karaoke mungkin masih bisa.
Saya masih ingat begadang cuma buat nonton tayangan perdana MTV. Sekarang mereka mainin sitkom 30 tahun lalu jam 7 malam dan video musik jam 3 pagi? Ini bukan evolusi—ini pengkhianatan. Mereka memperlakukan musik seolah itu radioaktif.
Jujur saja—MTV sudah bukan soal musik sejak tahun 2000-an. Berpindah ke YouTube dan Paramount+ sangat masuk akal. TV linear itu kapal yang sedang tenggelam. Kegagalan sesungguhnya? Tidak melakukannya lebih awal.
Saya datang ke rekaman akhir CMT Countdown. Cody Alan menangis. Setelah 16 tahun, mereka memutus helai terakhir antara CMT dan musik sungguhan. Apa selanjutnya? Menjual logo gitarnya?
Kalian bersikap seolah sesuatu telah mati, tapi sudah lihat YouTube belum? Musiknya masih hidup—cuma bukan di TV kabel lagi. Kenapa berkabung untuk formatnya kalau kultur musiknya masih hidup?
Mereka memutar 'Video Killed the Radio Star' sebagai lagu terakhir. Itu bukan nostalgia—itu kesadaran korporat dengan senyum sinis.
Tepat sekali. Ini kayak kurator museum menutup pameran dan berkata, 'Ya, ini menarik selama berlangsung.'
Kamu pikir saya peduli aliran uangnya ke mana? Saya peduli bahwa anak-anak saya tak akan pernah tahu rasanya punya jaringan musik yang dibentuk oleh musik—oleh kejutan, oleh risiko, oleh hasrat.
Saham turun 4% setelah pengumuman. Kayaknya pasar setuju: TV linear itu mayat hidup.