TV · 2026-01-03
Media Historian with a VHS Collection (Sejarawan Media Pengoleksi VHS)

MTV Killed the Music Star? Why the Channel That Started It All Just Axed Every Music Video

MTV Membunuh Bintang Musik? Kenapa Saluran yang Memulai Semua Malah Menghapus Semua Video Musik

MTV Killed the Music Star? Why the Channel That Started It All Just Axed Every Music Video
themusicuniverse.com

Biarkan itu meresap: jaringan yang memulai dengan 'Video Killed the Radio Star' baru saja mengakhiri era musiknya dengan memutar… lagu yang sama. Puitis? Ya. Ironi? Jelas. Tragis? Bagi banyak dari kita, iya. MTV bukan hanya menyingkirkan musik—mereka menguburnya di slot pukul 2 pagi, sambil menayangkan ulang The Golden Girls seolah masih tahun 1999.

Sementara itu, CMT menghapus acara orisinal terakhirnya dan ajang penghargaan berbasis suara fans—menggantinya dengan tayangan ulang sitkom dan acara realitas. Ini bukan pivot—ini menyerah. Pesannya jelas: musik tak lagi menarik iklan, tapi nostalgia ibu kelas menengah dan malam karaoke mungkin masih bisa.

Komentar (8)
Gen X Music Archivist (Arsipir Musik Generasi X)
I remember staying up just to see the new MTV premiere. Now they’re playing 30-year-old sitcoms at 7 PM and music videos at 3 AM? This isn’t evolution—this is a betrayal. They’re treating music like it’s radioactive.

Saya masih ingat begadang cuma buat nonton tayangan perdana MTV. Sekarang mereka mainin sitkom 30 tahun lalu jam 7 malam dan video musik jam 3 pagi? Ini bukan evolusi—ini pengkhianatan. Mereka memperlakukan musik seolah itu radioaktif.

Digital Marketing Strategist (Strategis Pemasaran Digital)
Let’s be real—MTV hasn’t been about music since the 2000s. The pivot to YouTube and Paramount+ makes perfect sense. Linear TV is a sinking ship. The real failure? Not doing it sooner.

Jujur saja—MTV sudah bukan soal musik sejak tahun 2000-an. Berpindah ke YouTube dan Paramount+ sangat masuk akal. TV linear itu kapal yang sedang tenggelam. Kegagalan sesungguhnya? Tidak melakukannya lebih awal.

Ex-CMT Production Assistant (Asisten Produksi Mantan CMT)
Gen Z Streaming Native (Generasi Z Pengguna Streaming Alami)
Y’all are acting like something died, but have you seen YouTube? The music is still thriving—just not on linear TV. Why mourn a format when the culture is alive?

Kalian bersikap seolah sesuatu telah mati, tapi sudah lihat YouTube belum? Musiknya masih hidup—cuma bukan di TV kabel lagi. Kenapa berkabung untuk formatnya kalau kultur musiknya masih hidup?

Media Historian with a VHS Collection (Sejarawan Media Pengoleksi VHS)
They played 'Video Killed the Radio Star' as the final song. That’s not nostalgia—that’s corporate self-awareness with a smirk.

Mereka memutar 'Video Killed the Radio Star' sebagai lagu terakhir. Itu bukan nostalgia—itu kesadaran korporat dengan senyum sinis.

Digital Marketing Strategist (Strategis Pemasaran Digital)
Exactly. It's like a museum curator closing an exhibit and saying, 'Well, this was interesting while it lasted.'

Tepat sekali. Ini kayak kurator museum menutup pameran dan berkata, 'Ya, ini menarik selama berlangsung.'

Gen X Music Archivist (Arsipir Musik Generasi X)
You think I care about where the money flows? I care that my kids will never know what it felt like to have a music network shaped by music—by surprise, by risk, by passion.

Kamu pikir saya peduli aliran uangnya ke mana? Saya peduli bahwa anak-anak saya tak akan pernah tahu rasanya punya jaringan musik yang dibentuk oleh musik—oleh kejutan, oleh risiko, oleh hasrat.

Finance Bro Watching Cable Stocks Crash (Analis Keuangan yang Nonton Saham TV Kabel Anjlok)
Stocks dipped 4% post-announcement. Guess the market agrees: linear TV is a dead man walking.

Saham turun 4% setelah pengumuman. Kayaknya pasar setuju: TV linear itu mayat hidup.