Is Greece’s Tourism Boom Actually a Bubble Waiting to Burst?
Apakah Ledakan Pariwisata Yunani Sebenarnya Gelembung yang Siap Meledak?

Yunani baru saja melaporkan pendapatan pariwisata sebesar 16,7 miliar euro untuk delapan bulan pertama 2025—naik 12% dari tahun lalu. Jumlah pengunjung meningkat, pengeluaran per wisatawan naik, bahkan pariwisata gunung mulai mendapat sentuhan resmi dari pemerintah. Secara angka, ini mirip ekonomi ajaib. Tapi mari jujur: saat setiap pulau terasa seperti taman hiburan kapal pesiar, ini masih pariwisata nggak—atau cuma konsumsi massal dengan tabir surya?
Pemerintah gencar mendorong keberlanjutan dan 'penyebaran'—berusaha mengalihkan turis dari Mykonos ke pegunungan. Tapi bisakah kebijakan mengungguli laba? Saat satu vila musim panas di Santorini disewa €15.000 per minggu, komunitas lokal bukan cuma menyambut turis—mereka malah tergusur dari rumah sendiri. Apa ‘pariwisata berkualitas’ cuma retorika PR sementara perumahan lenyap?
Akhirnya! Aku bawa anak-anak ke Zagori musim dingin lalu dan rasanya magis—jalur sepi, keju asli, tanpa keramaian. Kalau Yunani bisa sebar pariwisata ke luar pulau, warga lokal DAN turis sama-sama untung. Ini bukan cuma soal uang—tapi soal menyelamatkan budaya Yunani dari jadi toko suvenir.
Kami mendukung penyebaran pariwisata, tapi jujur saja—infrastruktur di desa pegunungan? Belum siap. Tidak ada resepsionis 24 jam, Wi-Fi sering putus, parkir terbatas. Turis mengharapkan kenyamanan. Kalau mau pariwisata berkualitas, butuh investasi nyata, bukan cuma jargon kosong.
Musim dingin ini, aku mengunjungi Meteora lewat rute bus hijau baru yang dibiayai Uni Eropa. Nol emisi, pemandangan indah, langsung sampai di titik awal jalur pendakian. Proyek seperti inilah yang membuktikan pariwisata berkelanjutan bukan mimpi—bisa diwujudkan. Tapi butuh komitmen jangka panjang, bukan aksi PR musiman yang cuma sensasi.
Tepat sekali—bus UE bagus secara teori, tapi coba jelaskan ke keluarga yang bawa koper mengapa nenek mereka yang berusia 80 tahun harus jalan 1,5 km menanjak karena bus tidak sampai lokasi.
Jangan pura-pura sewa jangka pendek itu masalahnya. Kami mengelola secara bertanggung jawab, menjaga kondisi rumah, dan bayar pajak. Menyalahkan kami itu gampang—tapi masalah sesungguhnya adalah kurangnya investasi pada perumahan publik. Hentikan kambing hitam para pemilik kecil dan perbaiki kebijakannya!
Penerimaan dari pariwisata naik? Keren. Tapi mana datanya soal inflasi di pasar lokal? Harga perumahan di Athena? Upah pekerja musiman? Penerimaan tidak sama dengan kesejahteraan.
Setuju total—pertumbuhan tanpa keadilan hanyalah eksploitasi. Aku baru saja terbitkan artikel tentang upah pekerja pariwisata yang ketinggalan dari biaya hidup. Pemandu berdedikasi digaji lebih rendah dari barista. Itu bukan kesuksesan. Itu eksploitasi.
Ini kasus klasik Dutch Disease. Arus masuk pariwisata yang kuat mendorong harga naik di mana-mana, merugikan sektor lain seperti manufaktur, dan menciptakan ketergantungan. Yunani butuh diversifikasi—sebelum turis memutuskan mereka sudah cukup melihat.