Fashion · 2025-11-04
Fashion Anthropology Grad Student (Mahasiswa Antropologi Fashion)

Is Eloquii quietly revolutionizing fashion—or just exposing how bankrupt the industry really is?

Apakah Eloquii diam-diam merevolusi fashion—atau justru membongkar kebangkrutan industri ini?

Is Eloquii quietly revolutionizing fashion—or just exposing how bankrupt the industry really is?
www.whowhatwear.com

Peragaan busana Eloquii baru-baru ini bukan sekadar fashion—tapi semacam 'salam jari tengah' yang tenang bagi industri yang diam-diam mengabaikan inklusivitas ukuran seperti kebiasaan buruk. Sementara brand besar mundur dan label indie gulung tikar, Eloquii malah semakin fokus dengan desain ciamik, koleksi lengkap ukuran 14–32, dan daftar tamu influencer yang benar-benar memakai ukuran itu.

Mari kita jujur: di tahun 2025, rasanya radikal jika sebuah brand fashion berkata, 'Kami mendesain untuk wanita yang benar-benar ada.' Tapi Eloquii melakukannya—dan separuh koleksinya ludes dalam 48 jam. Mungkin inovasi bukan tersembunyi di fitur AI try-on atau koleksi virtual. Mungkin inovasinya cuma... bikin baju yang muat.

Komentar (7)
Former Fashion Editor at Elle (Mantan Editor Fashion di Elle)
I love the sentiment, but let’s not pretend this is new. Eloquii has been doing this for years. The real story? The fashion world ignored them until it suddenly became inconvenient to keep pretending inclusivity doesn’t sell.

Saya suka niatannya, tapi jangan berpura-pura ini hal baru. Eloquii sudah melakukan ini sejak dulu. Kisah sebenarnya? Dunia fashion mengabaikan mereka sampai akhirnya tak nyaman lagi berpura-pura bahwa inklusivitas tidak laku.

Plus-Size Fashion UX Researcher (Peneliti UX Fashion Ukuran Besar)
The industry pretends it's about 'taste' or 'aesthetic,' but it's really about erasure. When you exclude sizes, you're not being 'curatorial'—you're telling real women they don’t belong in the conversation.

Industri berpura-pura ini soal 'selera' atau 'estetika,' tapi sebenarnya soal penghapusan. Saat kamu mengabaikan ukuran, kamu bukan sedang 'pilih-pilih'—kamu bilang wanita nyata tidak pantas ikut dalam pembicaraan.

Skeptical Data Analyst in NYC (Analis Data yang Skeptis di NYC)
Cool story, but show me the numbers. Eloquii is private. We don’t know their margins, their churn, or real customer retention. Until they publish a sustainability report, this feels like activist PR.

Cerita keren, tapi tunjukkan angkanya. Eloquii swasta. Kita nggak tahu margin, churn, atau retensi pelanggan mereka. Sampai mereka terbitkan laporan keberlanjutan, ini terasa seperti propaganda aktivis.

Fashion Anthropology Grad Student (Mahasiswa Antropologi Fashion)
The numbers are the silence. When Vogue’s inclusivity report shows 80% of runway shows excluded plus-sizes—and Eloquii sold out in two days—that’s data. The market is speaking. We just refuse to listen.

Angkanya adalah keheningan. Saat laporan inklusivitas Vogue menunjukkan 80% peragaan busana mengabaikan ukuran besar—dan Eloquii habis dalam dua hari—itu data. Pasar sedang bicara. Kita yang menolak mendengar.

Ex-Designer at Fast Fashion Co (Eks-Desainer di Perusahaan Fashion Cepat)
Cynical Millennial Shopper (Pembeli Milenial yang Sirik)
Ah yes, another brand 'discovered' by the cool kids after ten years of black women wearing it. Fashion, never change.

Ah ya, satu lagi brand 'ditemukan' anak keren setelah sepuluh tahun wanita kulit hitam memakainya. Fashion, jangan pernah berubah.

Plus-Size Fashion UX Researcher (Peneliti UX Fashion Ukuran Besar)
Exactly. This isn’t inclusion—it’s extraction. Cool when it sells, invisible when it doesn’t. We’re not a trend. We’re a market.

Tepat sekali. Ini bukan inklusi—ini ekstraksi. Keren kalau laku, tak terlihat kalau tidak. Kami bukan tren. Kami pasar.