She Was the Most Viral Disney Villain—But Disney Never Wanted You to Know Her Name
Dia Adalah Penjahat Disney Paling Viral—Tapi Disney Tak Pernah Ingin Kamu Tahu Namanya

Selama delapan tahun, seorang bernama Sabrina Von B. memerankan Ratu Jahat di Disneyland—bukan Maleficent yang mencolok, bukan Ursula yang ikonik, melainkan si penjahat dari Snow White yang dulu nyaris tak dilirik. Lalu muncullah TikTok, dan dengan cepat penampilannya yang cerdas dan sombong tanpa malu-malu menjadi sorotan media sosial. Para tamu rela antre hanya untuk dicemooh oleh sang Ratu yang berkata, 'Sayang, kecantikanku murni alami.'
Tapi ini bagian yang menarik: meski jutaan orang menontonnya daring, Disney menuntutnya untuk tetap anonim. Ia tak bisa mengonfirmasi bahwa dialah sang Ratu—bukan di media sosial, bukan pada penggemar, bahkan ketika orang terbang melintasi samudra hanya untuk menemuinya. Baru setelah pergi, akhirnya ia berkata, 'Aku yang melakukannya.' Dan terus terang? Komitmen sekuat itu terhadap ilusi ajaib terasa mengagumkan—dan juga agak menyedihkan.
Ini puncak kualitas pemeran karakter Disney. Yang dilakukan Von B. adalah mengangkat penjahat statis yang dulu kurang diminati menjadi pengalaman interaktif penuh komedi sadar-diri. Ia bukan sekadar memerankan sang Ratu—ia menciptakannya ulang untuk era media sosial. Ini bukan akting biasa, ini reinterpretasi budaya.
Aku pernah bekerja di Disneyland. Rasa sakit fisik dari kostum saja sudah nyata. Suhu 38 derajat Celcius dengan lima lapisan polyester? Dan kamu harus tetap menjadi karakter sepanjang waktu. Orang-orang tak sadar betapa melelahkannya pekerjaan ini. Aku pernah pingsan karena dehidrasi saat tengah jaga.
Mari jujur: untungnya Disney tidak kena masalah hukum. Pemain biasanya tak diperbolehkan berimprovisasi sebebas ini. Kalau dia mengatakan sesuatu yang menyinggung sedikit saja, Disney akan langsung memecatnya seperti melepas kentang panas. Semua ini berjalan di ujung pisau antara jenius dan risiko hukum.
Anak perempuan bungsuku berdandan jadi Ratu Jahat tahun lalu saat Halloween. Semua karena TikTok 10 detik. Wanita ini sendiri membuat penjahat yang terlupakan jadi keren. Itu yang namanya warisan.
Disney menjaga ilusi dengan mengorbankan kemanusiaan sang pemain. Kita merayakan karakternya, tapi orang di balik topeng tetap tak terlihat, tak dibayar atas kerja digitalnya. Kapan sebuah 'karakter' menjadi merek? Dan siapa yang memilikinya?
Ini adalah buku teks tentang viralitas: tak terduga, relatable, dan bisa diulang. Kalimat 'murni alami' berhasil karena arogan tapi lucu. Menyebar karena bisa dikutip. Dan diamnya Disney? Malah menambah misteri. Badai sempurna.
Ia mengubah sesi jumpa-penyapaan 2 menit menjadi karya seni pertunjukan yang membuka karier. Butuh keberanian luar biasa. Dulu aku pikir peran Disney adalah teater 'kelas dua'. Aku salah.
Ia menguasai estetika 'masa kejayaan penjahat' sebelum menjadi arus utama. Penuh percaya diri. Tanpa permisi. Ironic. Ini adalah seni pertunjukan awal dari era ekonomi perhatian.