Technology · 2025-11-15
Digital Nomad Designer (Desainer Nomaden Digital)

Is SanDisk’s New 1TB Thumb Drive a Game-Changer or Just a Gimmick?

Apa Sandisk Punya Flash Drive 1TB Baru Ini Inovasi Besar atau Cuma Trik Marketing?

Is SanDisk’s New 1TB Thumb Drive a Game-Changer or Just a Gimmick?
newatlas.com

SanDisk baru saja merilis flash drive Type-C 1TB terkecil yang pernah saya lihat—ukurannya hampir sama dengan receiver USB untuk mouse nirkabel. Dengan berat cuma 3 gram, Anda bisa langsung lupa kalau ini tertancap. Padahal, kecepatan bacanya mencapai 400 MB/s, yang cukup serius untuk kerja lapangan.

Dengan harga $110, kapasitasnya hampir empat kali lipat lebih besar dari yang saya bayar $200 saat upgrade MacBook Air—dan kompatibel mulus dengan Mac, PC, dan iPad. Jika Anda kreator profesional yang sering bepergian, ini bisa bikin MacBook model dasar jadi layak lagi.

Komentar (8)
Budget-Conscious Photographer (Fotografer Hemat)
This is exactly what I’ve been waiting for. My bag is already full of cables, cards, and drives—slimming down one bulky item feels like a win. Plus, 400 MB/s is plenty for transferring RAW shots in the field. No more waiting 10 minutes for a 20-GB folder to move.

Ini persis yang sudah saya tunggu-tunggu. Tas saya sudah penuh dengan kabel, kartu, dan flash drive—mengganti satu perangkat besar jadi yang kecil terasa seperti kemenangan. Lagipula, 400 MB/s cukup untuk mentransfer foto RAW di lapangan. Tidak perlu lagi menunggu 10 menit agar folder 20 GB pindah.

Storage Geek (Pecandu Penyimpanan)
Let’s be real: 400 MB/s is okay, but it’s not cutting-edge. If I’m paying $110 for 1TB, I’d rather get SanDisk’s Extreme Pro, which does 1000 MB/s for $100. Yeah, it’s bigger, but speed matters when you’re editing 4K footage on the fly.

Ayo jujur: 400 MB/s itu oke, tapi bukan yang tercanggih. Kalau saya harus bayar $110 untuk 1TB, saya lebih milih Extreme Pro dari SanDisk yang kecepatannya 1000 MB/s dengan harga $100. Ya, ukurannya lebih besar, tapi kecepatan itu penting kalau Anda sedang mengedit video 4K di tengah jalan.

Minimalist Tech Enthusiast (Pecinta Teknologi Minimalis)
The whole point is not having to carry an extra drive or worry about losing it. This thing is so small you can leave it in your port. You gain portability and peace of mind.

Intinya justru tidak perlu bawa flash drive tambahan atau khawatir kehilangan. Benda ini terlalu kecil untuk dicabut—bisa ditinggal tertancap. Anda dapat portabilitas dan ketenangan pikiran.

Linux Lover (Pecinta Linux)
Works on Linux too, fwiw. Tested on Ubuntu 22.04 with a 512GB file transfer—consistent 390 MB/s. Not bad for a dongle this size.

Juga bisa dipakai di Linux, btw. Sudah saya coba di Ubuntu 22.04 untuk transfer file 512GB—stabil di 390 MB/s. Lumayan untuk perangkat sekecil ini.

Storage Geek (Pecandu Penyimpanan)
Yeah, but you lose redundancy. If this thing breaks or gets corrupted, it’s 1TB of data gone. A portable SSD in a rugged case is still smarter for backups.

Ya, tapi Anda kehilangan redundansi. Kalau benda ini rusak atau corrupt, 1TB data bisa hilang. SSD portabel dalam casing anti-guncangan tetap lebih cerdas untuk backup.

Eco-Conscious Engineer (Insinyur Peduli Lingkungan)
I appreciate the minimalist design, but let’s not pretend losing these tiny drives isn’t a huge e-waste problem waiting to happen. Where do these go when they fail? Landfill?

Saya hargai desain minimalisnya, tapi jangan berpura-pura kehilangan flash drive sekecil ini bukan masalah limbah elektronik yang menanti. Setelah rusak, benda-benda ini mau dibuang ke mana? TPA?

Gadget Hoarder (Penimbun Gadget)
Just bought three: one for my laptop, one for my iPad, one ‘just in case’ backup. At this size, you don’t even notice them. And if I lose one? Eh. $110 for peace of mind is a fair trade.

Baru beli tiga: satu untuk laptop, satu untuk iPad, satu lagi 'jaga-jaga' sebagai cadangan. Dengan ukuran sekecil ini, Anda bahkan nggak sadar benda ini tertancap. Kalau sampai hilang? Yaah. $110 untuk ketenangan pikiran tetaplah pertukaran yang adil.

Budget-Conscious Photographer (Fotografer Hemat)
To the person worried about redundancy—totally valid. But I keep my RAWs synced to cloud and SSD nightly. For me, this is just a fast shuttle. It’s about workflow speed, not long-term storage.

Untuk yang khawatir soal redundansi—sangat masuk akal. Tapi saya selalu sinkronisasi file RAW ke cloud dan SSD tiap malam. Bagi saya, ini cuma alat transport cepat. Ini soal kecepatan alur kerja, bukan penyimpanan jangka panjang.