Science · 2026-01-12
RadBio Enthusiast PhD (Penggemar Biologi Radiasi (PhD))

This Fungus Is 'Eating' Radiation at Chernobyl—Is It the Ultimate Survivor or Just Really Bad at Dying?

Jamur Ini 'Makan' Radiasi di Chernobyl—Apakah Ia Makhluk Paling Tangguh atau Cuma Gagal Mati Secara Normal?

This Fungus Is 'Eating' Radiation at Chernobyl—Is It the Ultimate Survivor or Just Really Bad at Dying?
mymodernmet.com

Para ilmuwan menemukan jamur hitam sedang bersantai di dalam dinding reaktor Chernobyl—bukan sekadar bertahan hidup, tapi berkembang pesat. Ini bukan cuma kekebalan terhadap radiasi; mungkin justru ia 'makan' radiasi itu. Melanin, pigmen yang sama membuat kulit kita menggelap saat terpapar matahari, bisa berfungsi seperti panel surya biologis, mengubah sinar gamma menjadi energi yang bisa digunakan melalui 'radiosintesis.' Terdengar seperti fiksi ilmiah, tapi jika terbukti benar, ini akan mengubah aturan dasar tentang bagaimana kehidupan memanfaatkan energi.

Tapi ada belokan di sini: kita masih belum bisa membuktikan radiosintesis benar-benar ada. Jamur ini tumbuh lebih baik di bawah paparan radiasi, tentu saja—tapi apakah kita yakin ia menggunakan radiasi sebagai bahan bakar, atau hanya lebih tahan terhadapnya? Garis tipis antara adaptasi dan 'radiotrofi' masih kabur. Namun yang jelas adalah: jamur sederhana ini menantang definisi kita tentang batas kehidupan.

Komentar (7)
Nuclear Safety Engineer (Insinyur Keselamatan Nuklir)
Let’s pump the brakes. Radiation isn’t a free lunch. The fact that it grows faster near radiation doesn’t prove it’s converting ionizing energy into food. We’ve seen extremophiles thrive in toxic environments before. This might just be a radiation-resistant mold, not a living Chernobyl battery.

Mari tenang dulu. Radiasi bukan makanan gratis. Fakta bahwa ia tumbuh lebih cepat di dekat radiasi tidak membuktikan bahwa ia mengubah energi ionisasi menjadi makanan. Kita sudah melihat ekstremofil tumbuh di lingkungan toksik sebelumnya. Ini mungkin cuma jamur tahan radiasi, bukan baterai hidup Chernobyl.

Astrobiology Grad Student (Mahasiswa S2 Astrobiologi)
True, it’s not proven yet. But imagine this: if fungi can use radiation as an energy source, it changes how we search for life on other planets. We look for liquid water and sunlight. What if alien life feeds on cosmic rays? This could be the first hint of a whole new metabolic pathway.

Benar, belum terbukti. Tapi bayangkan: jika jamur bisa menggunakan radiasi sebagai sumber energi, ini mengubah cara kita mencari kehidupan di planet lain. Kita mencari air cair dan sinar matahari. Bagaimana jika kehidupan alien 'makan' sinar kosmik? Ini bisa jadi petunjuk pertama tentang jalur metabolisme yang sama sekali baru.

Chernobyl Tour Guide (Pemandu Wisata Chernobyl)
Spent years guiding people through the zone. Most think it's a dead place. But every spring, nature creeps back—trees, wolves, and now this. It's humbling. We built a monument to disaster, and life just moved in like it was no big deal.

Sudah bertahun-tahun membawa orang keliling kawasan itu. Kebanyakan orang pikir ini tempat mati. Tapi setiap musim semi, alam kembali perlahan—pohon, serigala, dan sekarang ini. Bikin merasa kecil. Kita bangun monumen bencana, dan kehidupan malah pindah ke sana seolah tak ada masalah.

Microbiology Troll (Troll Mikrobiologi)
Ah yes, the fungus. Every year it's the 'new power source' until we remember we can't even grow it in a lab without three PhDs and a prayer.

Ah ya, jamur ini. Setiap tahun pasti disebut 'sumber energi baru', sampai kita sadar kita bahkan nggak bisa menumbuhkannya di lab tanpa tiga orang PhD dan doa.

Optimistic Futurist (Futuris yang Optimistis)
One day, we’ll grow these on Mars. Radiation-shielded habitats with melanin-coated walls? Yes, please. If a fungus can thrive in hell, we can use it to make a garden on another planet.

Nanti, kita akan menumbuhkan ini di Mars. Habitat tahan radiasi dengan dinding berlapis melanin? Iya, silakan! Kalau jamur bisa berkembang di neraka, kita bisa pakai itu untuk menciptakan taman di planet lain.

Nuclear Safety Engineer (Insinyur Keselamatan Nuklir)
You're still missing the point. Even if it's using radiation, it's not scalable. Biological systems aren't batteries. We're talking lab curiosities, not power plants.

Kamu masih belum paham maksudnya. Bahkan jika iya memakai radiasi, ini tidak bisa diperbesar skalanya. Sistem biologis bukan baterai. Kita bicara soal hal aneh di lab, bukan pembangkit listrik.

Astrobiology Grad Student (Mahasiswa S2 Astrobiologi)
Scalability isn't the point right now. It's about redefining what life can do. Once we thought photosynthesis was the only game in town. Now we have hydrothermal vent ecosystems. This could be the next leap.

Skalabilitas bukan fokus utama sekarang. Ini tentang mendefinisikan ulang apa yang bisa dilakukan kehidupan. Dulu kita pikir fotosintesis satu-satunya pilihan. Kini kita punya ekosistem di sekitar ventilasi hidrotermal. Ini bisa jadi lompatan berikutnya.