From Grocery Store Flowers to Katy Perry’s Dressing Room: Is This the Easiest Six-Figure Side Hustle Ever?
Dari Bunga Toko Kelontong ke Ruang Ganti Katy Perry: Apakah Ini Bisnis Sampingan Rp2 Miliaran Paling Gampang di Dunia?

Jadi Colleen McCarthy terjebak di pekerjaan humas yang bosan, main-main dengan bunga dari supermarket, unggah foto di media sosial—dan dua tahun kemudian dia bikin karangan bunga untuk Sabrina Carpenter dan Katy Perry. Sambil mengantongi lebih dari $175 ribu setahun. Jujur aja: cerita ini terasa sangat berbeda kalau kamu sedang kerja kantoran dan impianmu mengendap begitu saja.
Tapi begini: dia nggak tiba-tiba jadi terkenal. Dia olah ratusan bunga dengan tangan, bangun jam 6 pagi, tolak liburan demi kerja acara pernikahan, dan pernah kerja event merek setelah begadang semalaman. Ini bukan mitos kerja sampingan yang kebetulan sukses—ini kerja keras yang punya buktinya.
Aku senang dia mengikuti gairah hidupnya, tapi jangan pura-pura ini bisa jadi rencana umum. Dia kuliah di Fordham, punya modal sosial untuk membangun jaringan, dan nggak punya anak atau utang yang menahannya. Buat banyak orang, keluar dari pekerjaan stabil hanya untuk 'mengikuti passion' bukan kebebasan—tapi bunuh diri finansial.
Orang nggak sadar betapa kejamnya bisnis bunga. Bunga bisa mati. Klien menghilang. Pengiriman terjebak macet. Dan biaya bahan? Gila mahalnya. Satu karangan sedang saja bisa habis $80 hanya untuk bunganya, belum termasuk biaya operasional. Salut buat dia bisa berkembang sendirian.
Iya, memang susah, tapi ceritanya bikin aku berharap. Dia mulai dari bunga supermarket dan nggak punya pelatihan. Sekarang dia dapat proyek di Madison Square Garden. Kalau dia bisa, mungkin aku juga bisa?
Kisah sebenarnya di sini bukan passion—tapi pemanfaatan aset. Dia ubah konten murah (foto bunga pakai ponsel) menjadi bukti sosial bernilai tinggi. Itu wirausaha modern: branding lebih penting daripada produk, dari awal.
Jadi dia dapat $175 ribu. Keren. Tapi sebagai pebisnis tunggal, berapa persen itu jadi laba setelah bunga, sewa mobil, biaya studio, dan pajak? Tebakanku: lebih dekat ke $70 ribu. Jadi kurang 'keluar dari kantor' kalau kamu hitung matematikanya.
Terima kasih. Akhirnya ada yang ngomong juga. Semua cerita 'cuma ikuti passion' ini mengabaikan hambatan sistemik. Kita nggak semua bisa kerja begadang tanpa bayaran atau punya orang tua yang siap menolong.
Kalian salah fokus. Bunganya luar biasa. Serius, karya seni beneran. Lo nggak bisa dapet venue kelas SGX dengan rangkaian 'biasa aja'. Dia memang layak.
Ini versi baru 'naik karier'. Bangun keterampilan diam-diam, unggah terus-menerus, lalu ditemukan. Tangga korporat sudah hilang—kini gantinya konten + bakat + waktu yang tepat.