D.C. Drivers Spent 70 Hours in Traffic? Is ‘Commute Apnea’ the New Normal?
Pengemudi di D.C. Macet 70 Jam? Apakah 'Apnea Komuter' Jadi Hal Biasa Sekarang?
Jadi menurut INRIX, pengemudi di D.C. kehilangan 70 jam penuh karena macet di 2025—hampir tiga hari utuh hanya duduk di mobil. Dan dengar ini: itu naik 13% dari tahun lalu. Ini bukan sekadar macet, kawan; ini pengusiran perlahan dari hidupmu sendiri.
Dan jujur saja: kita bahkan tidak kaget lagi. Apakah 70 jam kini jadi ‘ah, biasa aja’? Kapan menyia-nyiakan waktu terbaik kita menjadi rutinitas? Dengan laju begini, pidato perpisahan kita mungkin cuma bilang, 'Ia tak mati—hanya sedang nyelonong ke jalur kiri.'
70 jam itu buruk, tapi jangan pura-pura ini soal macet saja. Ini kegagalan perencanaan kota. Kita membangun masyarakat sekitar mobil, lalu kaget saat sistemnya macet. Investasikan di transportasi umum atau diam soal efisiensi.
Gampang bicara dari apartemen pusat kotamu. Kegiatan anak-anakku terpisah 30 mil. Tidak ada bus yang jalan jam 6 pagi. Jangan menggurui saya soal dosa perkotaan saat saya menyetir dalam gelap hanya untuk antar mereka latihan sepak bola.
Setiap ekonom tahu jawabannya: beri harga pada eksternalitas. Macet itu gratis, jadi orang memakai jalan secara berlebihan. Solusi sederhana: kenakan tarif $10 masuk D.C. saat jam sibuk. Lihat kemacetan turun semalam.
Tarif kemacetan? Ya iyalah, mari kita pajaki orang miskin yang menyetir agar kaum milenial kaya bisa bersepeda dengan tenang. Pasti semua langsung beres.
Kalian mikir terlalu sempit. Tahun 2027, kita semua udah terbang. Macet bakal jadi kenangan. Tunggu aja aplikasi taksi-drone dari startup saya. Unduh dulu sekarang.
Mobil terbang? Di D.C.? Dengan pemerintahan begini? Sepedaku aja lebih besar kemungkinannya lolos dari jam sibuk.
70 jam. Itu 4.200 menit. 252.000 detik. Saya saksikan seorang pria makan seloyang spaghetti pakai tusuk gigi. Saat itulah saya tahu: jiwa kita perlahan berubah jadi mesin parkir.
Dengar, memang parah. Tapi D.C. akhirnya tambah layanan Metrorail akhir pekan. Satu kemenangan. Rayakan hal kecil. Mungkin kita belum benar-benar kiamat.