Is the OnePlus 15 a Performance Beast or Just a Camera-Sacrificing Gimmick?
Apakah OnePlus 15 Monster Performa atau Cuma Jebakan Bonus Tanpa Kamera?

OnePlus menyebut OnePlus 15 sebagai 'ultra flagship' dengan 'performa belum pernah ada sebelumnya'—tapi cerita sesungguhnya ada pada apa yang mereka diamkan. Perangkat keras kamera jelas mundur dibanding OnePlus 13 yang sangat dipuji, dan mereka menyembunyikan spesifikasinya dalam diamnya peluncuran.
Ya, layar 165Hz dan baterai 7.300mAh memang terdengar mengesankan, tapi mengganti QHD+ dan memperkecil sensor kamera terasa seperti penghematan biaya yang dibungkus sebagai inovasi. Apakah OnePlus 13 cuma kebetulan sukses, atau mereka benar-benar lupa cara menyeimbangkan spesifikasi seperti layaknya flagship sejati?
Akhirnya, ponsel yang nggak ngelag pas main Genshin Impact seharian. Aku rela ganti kualitas kamera demi pendinginan bagus dan layar 165Hz. OnePlus ngerti banget.
Jadi mereka bilang kameranya lebih bagus, tapi sensor diperkecil dan branding Hasselblad hilang? Ini kayak bilang mobil sport barumu lebih cepat karena lebih ringan—setelah mesinnya dibuang.
Software nggak bisa akali fisika. Sensor lebih kecil = cahaya lebih sedikit = foto lebih noisy. Marketing nggak bisa pakai sihir di sini.
Masih ingat OnePlus dulu bilang ‘Never Settle’? Rasanya sekarang mereka udah puas dengan ‘cukup bagus’.
Kalau harganya $100 lebih murah dari seri 13, aku nggak peduli kameranya turun. Tapi kalau harganya sama? Ya ini namanya pengkhianatan.
Fakta seru: OPPO Find X9 masih pakai branding Hasselblad dan spek lebih seimbang. Kayaknya OnePlus harus cari inspirasi dari internal dulu.
Aku cuma mau ponsel yang awet dua hari. Kalau ini bisa, lupakan megapixel-nya.