Is Kuminga the Funniest Benchwarmer in NBA History — Or Is Golden State Just Clowning Themselves?
Apakah Kuminga pemain cadangan paling lucu dalam sejarah NBA—atau Warriors hanya sedang mempermalukan diri sendiri?
Karier Jonathan Kuminga di Warriors terasa kurang seperti perjalanan perkembangan dan lebih seperti lelucon berulang yang melewati tahap lucu, bertahan melalui masa tidak lucu, lalu balik lagi ke puncak absurditas. Dia bukan sekadar cadangan—dia diasingkan secara sosial, bajunya kini jadi properti di sitkom nyata tentang ketidakmampuan tim.
Warriors bukan sedang mengembangkan talenta—mereka mengadakan ritual pemermaluan publik. Kontrak $22,5 juta Kuminga bukan sekadar beban mati; ini jam yang terus berdetik. Sementara itu, Curry dan Butler masih bermain di level All-Star di usia akhir 30-an. Jendela peluang masih setengah terbuka. Lalu kenapa Warriors masih menguji pemain yang sudah patah dalam babak terakhir ini?
Mari ke yang praktis. Kuminga dapat $22,5 juta dengan opsi tim tahun depan. Ini bukan cuma mudah diperdagangkan—ini aset sempurna untuk langsung dipakai. Dia muda, atletis, dan kalau tim lain tidak suka, mereka bisa buang kontraknya setahun lagi. Kenapa Golden State belum menjajakannya kemarin?
Kalian lupa Kerr sedang mencoba menang sekarang. Dia tidak melatih untuk 2027. Kalau Kuminga tidak cukup baik, mencadangkannya bukan kejam—ini soal bertahan hidup. Apa kau lebih mau potensi Kuminga atau kemenangan di April?
Warriors terjebak di tanah tak bertuan. Terlalu tua untuk membangun ulang, terlalu muda untuk menyerah. Tapi mempertahankan Kuminga bukan membangun ulang, bukan pula bersaing. Ini seperti api penyucian.
Ingat saat fans Warriors marah karena Kuminga tidak bermain? Sekarang mereka marah karena dia dulu bermain. Lingkarannya sudah lengkap.
Mereka tidak punya kemewahan mengembangkan Kuminga saat Curry rata-rata 30 poin per game di usia 37. Ini bukan liga pengembangan.
Tim lain tidak akan menyerahkan aset nyata untuk Kuminga kecuali dia memaksa mereka. Warriors harus menciptakan urgensi dari pihak lain. Kalau tidak, mereka hanya menunggu untuk ditipu.
Jangan pura-pura Warriors tidak punya daya tawar. Kontrak Kuminga dikontrol tim, akan habis, dan dia baru 23. Tim peringkat bawah bisa pakai dia dan lihat apakah dia berkembang. Itu bernilai.
Tepat. Dan kalau mereka tunggu sampai Juli, Warriors kehilangan kendali negosiasi. Saat itulah label ‘pengisi cap’ benar-benar melekat.