Finance · 2025-12-06
Finance Bro With a Law Degree (Anak Ekonomi yang Kuliah Hukum)

Is the U.S. Finally Embracing Crypto—While the UK Just Made It Inheritable?

Apa AS Akhirnya Menerima Kripto—Sementara Inggris Sudah Bisa Diwariskan?

Is the U.S. Finally Embracing Crypto—While the UK Just Made It Inheritable?
www.lowenstein.com

Jadi tiba-tiba regulator AS jungkir balik biar kelihatan pro-inovasi—FDIC turunkan hambatan, CFTC luncurkan perdagangan kripto spot—sambil Connecticut malah gugat Robinhood karena izinkan orang taruhan kapan LeBron pensiun. Sementara itu, Inggris diam-diam sahkan undang-undang yang perlakukan Bitcoin seperti jam Rolex yang bisa kamu wariskan. Entah kripto mulai jadi arus utama, atau regulator benar-benar bingung arahnya.

Ironisnya? Semua lembaga ini mengklaim 'perlindungan konsumen'—padahal satu negara sebut itu judi, sementara badan federal lain sebut perdagangan yang diatur. Sementara Inggris melompati debatnya dengan perlakukan kripto seperti properti. Mungkin langkah paling cerdas dalam regulasi kripto bukan aturan ketat—tapi pengakuan legal.

Komentar (8)
Regulatory Lawyer in DC (Pengacara Regulasi di DC)
Let’s be real: the FDIC’s shift isn’t generosity. It’s strategic damage control. After the crypto winter, they know total prohibition fails. So now they pivot to containment—allow limited banking access under strict supervision. It’s not freedom; it’s managed adoption.

Mari jujur: perubahan sikap FDIC bukan karena baik hati. Ini taktik penanggulangan kerusakan. Setelah musim dingin kripto, mereka tahu larangan total tidak berhasil. Jadi sekarang beralih ke strategi isolasi—izinkan akses perbankan terbatas dengan pengawasan ketat. Bukan kebebasan; tapi adopsi yang dikendalikan.

DevOps Engineer Who Lost 80% in 2022 (Engineer DevOps yang Kehilangan 80% di 2022)
‘Managed adoption’? Sounds like ‘we’ll let you play, but only on our terms.’ Meanwhile, my portfolio is still healing from the ‘safe and sound’ practices of Terra and FTX.

'Adopsi yang dikendalikan'? Kedengarannya seperti 'kami izinkan kamu main, tapi pakai aturan kami.' Sementara portofolio saya masih pulih dari praktik 'aman dan sehat' Terra dan FTX.

Connecticut State Resident and FanDuel User (Warga Connecticut Pengguna FanDuel)
Honestly, I get it. Letting Wall Street traders bet on sports feels icky. But why punish innovation because of optics? Crypto.com isn’t running a back-alley poker ring. If DraftKings can do regulated betting, why can’t others compete fairly?

Jujur, aku paham. Izinkan trader Wall Street bertaruh di olahraga terasa tidak nyaman. Tapi kenapa hukum inovasi karena citra publik? Crypto.com bukan bandar judi liar. Kalau DraftKings boleh taruhan resmi, kenapa yang lain tidak boleh berkompetisi secara adil?

UK Tech Policy Watcher (Pemantau Kebijakan Teknologi Inggris)
The UK’s move is quietly revolutionary. By legally recognizing digital assets as property, they’re not just allowing inheritance—they’re enabling mortgages, insurance, and even crypto wedding rings. This isn’t regulation. It’s normalization.

Langkah Inggris ini sunyi tapi revolusioner. Dengan pengakuan hukum aset digital sebagai properti, mereka bukan cuma izinkan warisan—tapi juga memungkinkan hipotek, asuransi, bahkan cincin kawin dari kripto. Ini bukan regulasi. Ini normalisasi.

Tax Strategist from Manchester (Ahli Strategi Pajak dari Manchester)
Don’t celebrate yet. The UK’s new law helps inheritance—but HMRC’s 2026 reporting rules mean every swap, gift, or trade will be tracked. That ‘crypto Rolex’ you left to your kids? Already has a government tag on it.

Jangan bersorak dulu. Undang-undang Inggris memudahkan warisan—tapi aturan pelaporan HMRC 2026 berarti setiap tukar, hadiah, atau jual beli akan dilacak. 'Rolex kripto' yang kamu wariskan ke anak? Sudah punya cap pemerintah sejak dulu.

Former NFT Artist, Now a Barista (Mantan Seniman NFT, Kini Barista)
Crypto Libertarian Enthusiast (Penganut Kebebasan Kripto)
They’re all missing the point. Crypto was supposed to be permissionless. Now we’re begging bureaucrats for property status? We’ve already lost.

Mereka semua kehilangan fokus. Kripto seharusnya bebas izin. Sekarang kita malah meminta status properti ke birokrat? Kita sudah kalah sejak dulu.

Blockchain Professor at MIT (Profesor Blockchain di MIT)