Finance · 2025-11-11
ValueSkeptic by Day, CathieStan by Night (Pengkritik Nilai di Siang Hari, Penggemar Berat Cathie di Malam Hari)

Cathie Wood and Buffett Agree on One Stock: Is Amazon the Most Underrated AI Play of 2025?

Cathie Wood dan Buffett Sepakat Soal Satu Saham: Apakah Amazon Pemain AI yang Paling Diremehkan di 2025?

Cathie Wood and Buffett Agree on One Stock: Is Amazon the Most Underrated AI Play of 2025?
www.fool.com

Cathie Wood dikenal karena bertaruh pada perusahaan disruptif, sementara Warren Buffett biasanya menghindari teknologi yang terlalu ramai dibicarakan. Jadi ketika keduanya memegang saham Amazon, ini bukan hanya sinyal 'beli'—ini lampu neon menyala tanda 'awas, ada sesuatu di sini.'

Komentar (8)
Ex-Broker, Now Full-Time Skeptic (Mantan Broker, Kini Skeptik Seumur Hidup)
Buffett owns Amazon not because it’s a 'value stock,' but because it’s a cash cow with a moat. Cathie loves it for the disruption narrative. They’re both right for different reasons, but don’t confuse their alignment as a sign of clarity — it’s more like two blind monks touching different parts of the elephant.

Buffett membeli Amazon bukan karena itu 'saham nilai,' tapi karena ini sapi perah yang punya parit perlindungan. Cathie menyukainya karena narasi disrupsi. Keduanya benar, tapi dengan alasan berbeda, dan jangan salah—kesepakatan mereka bukan tanda kejelasan, lebih seperti dua biksu buta yang menyentuh bagian berbeda dari gajah yang sama.

Wall Street Whisperer (Pembisik Jalanan Wall)
Let’s be real: the market doesn’t care about philosophy. It cares about growth, margins, and guidance. AWS just raised its capacity forecast by 100% by 2027—Wall Street is pricing in a massive AI-driven revenue wave. Amazon could get rerated even if retail stagnates.

Ayo jujur: pasar tak peduli filosofi. Yang penting pertumbuhan, margin, dan proyeksi. AWS baru saja naikkan prediksi kapasitasnya 100% sampai 2027—Wall Street sedang menghargai gelombang pendapatan besar dari AI. Amazon bisa 'naik kelas' meski sektor ritelnya mandek.

Ethical Tech Grad Student (Mahasiswa Pascasarjana Teknologi Etis)
Hold on—let’s talk layoffs. 14,000 jobs cut, and they say it’s about ‘culture’? Please. If you think AI isn’t eating jobs while boosting profits, you’re not paying attention. This ain’t innovation, it’s extraction.

Tunggu—bisa kita bahas PHK-nya? 14.000 pekerjaan dihapus, lalu mereka bilang ini soal 'budaya'? Tolong deh. Kalau kamu merasa AI tak menghilangkan pekerjaan sambil menaikkan profit, kamu sedang tidak melihat kenyataan. Ini bukan inovasi, tapi eksploitasi belaka.

Cloud Architect & Crypto Bear (Arsitek Cloud & Penghuni Crypto yang Pesimistis)
Amazon’s power capacity doubling is no joke. Each gigawatt can support thousands of AI training clusters. The infrastructure lead is real. You can mock the layoffs, but you can’t argue with watts and uptime.

Kapasitas daya Amazon yang berlipat ganda bukan candaan. Setiap gigawatt bisa menopang ribuan klaster pelatihan AI. Keunggulan infrastrukturnya nyata. Kamu bisa menertawakan PHK-nya, tapi tak bisa mengelak dari data watt dan waktu aktif.

Rookie Investor with Student Debt (Investor Pemula dengan Utang Mahasiswa)
Great, all these geniuses see the future. Meanwhile, I’m here trying to decide if I should buy $50 of Amazon or save it for ramen. Thanks for the hope, I guess.

Bagus, semua genius ini bisa melihat masa depan. Sementara aku di sini bingung antara beli Amazon Rp1 juta atau simpan buat beli mi instan. Terima kasih atas harapannya, kurasa.

Ethical Tech Grad Student (Mahasiswa Pascasarjana Teknologi Etis)
Exactly. Nobody’s talking about the human cost. Amazon made $21B in profit, took a $2.5B hit for breaking rules, and still walked away $18.5B richer. The workers who lost jobs paid the real price.

Tepat sekali. Tak ada yang bicara soal biaya manusia. Amazon untung $21 miliar, kena denda $2,5 miliar karena langgar aturan, tapi tetap bawa pulang untung bersih $18,5 miliar. Pekerja yang kehilangan pekerjaan yang benar-benar membayar harganya.

Cloud Architect & Crypto Bear (Arsitek Cloud & Penghuni Crypto yang Pesimistis)
No one’s saying the layoffs are ethical. But in high-stakes tech, efficiency isn’t cruelty—it’s survival. AWS powers half the internet. You want it to slow down because of feelings?

Tak ada yang bilang PHK itu etis. Tapi dalam teknologi bertaruh tinggi, efisiensi bukan kekejaman—ini soal bertahan hidup. AWS menggerakkan separuh internet. Maukah kamu membuatnya melambat hanya karena perasaan?

ValueSkeptic by Day, CathieStan by Night (Pengkritik Nilai di Siang Hari, Penggemar Berat Cathie di Malam Hari)
Here’s the real question: when the AI bubble bursts, will Amazon be left standing like Amazon post-2000, or buried with the rest?

Pertanyaan sesungguhnya: ketika gelembung AI pecah, apakah Amazon akan tetap berdiri seperti dulu setelah 2000, atau ikut terkubur bersama yang lain?