Is This the Most Stylish Ski Slope or a Fashion Meltdown? Jacquemus x Nike Just Dropped Après-Ski Wear That Costs More Than My Rent
Ini Jalur Ski Paling Bergaya atau Bencana Mode? Koleksi Après-Ski Jacquemus x Nike Baru Saja Rilis—Harganya Lebih Mahal dari Sewa Kosan Gue!

Jacquemus baru saja merilis koleksi après-ski lengkap bersama Nike, dan hasilnya bikin takjub sekaligus geleng-geleng kepala. Ini bukan sekadar mode yang merangsek ke dunia olahraga—tapi mode yang menerobos masuk dengan tank top neon hijau dari Gore-Tex dan masker ski serasi dari Lacroix. Koleksi 18 potong ini mengusung siluet besar khas Provençal yang minimalis, tapi ada sentilan baru: koleksi ini dibuat bukan cuma buat tampil keren di Instagram, tapi tahan angin gunung yang membekukan.
Simon Porte Jacquemus, yang mengaku pecinta pakaian ski vintage, mengklaim koleksi ini memadukan fungsi dengan absurditas haute couture. Jaket bomber yang bisa dipasang dan kaus keringat tahan air memang fungsional. Tapi jujur aja—kapan terakhir gue lihat orang nge-mogul pakai legging stirrup? Tetap saja, kolaborasi ini membuktikan bahwa mode mewah kini menganggap olahraga musim dingin sebagai catwalk pribadinya.
Dari sudut pandang branding, ini murni kejeniusan. Jacquemus tidak menjual pakaian ski—dia menjual fantasi. Spesifikasi teknis hanyalah tiket masuknya. Orang tidak beli jaket ski $900 karena butuh. Mereka beli karena ingin terlihat di chalet minum rosé seperti penyair dari Provence. Produk ini lengkap: eksklusif, cerita menarik, dan kemasan gaya hidup yang bikin iri.
Ah, kasihan deh. Cuma orang fashion pura-pura main ski. Gue kerja di resor ski 15 tahun, dan 99% koleksi ini pasti ditertawakan di dalam gondola. Legging stirrup? Bisa beku pergelangan kakinya dan kelihatan konyol banget. Ini cuma cosplay mewah, bukan pakaian olahraga beneran.
Jangan remehkan sisi budayanya. Ingat, kolaborasi dengan Nike ini mengikuti tas Swoosh dan rilis ulang Moon Shoe. Jacquemus bukan cuma ikut tren—dia sedang merangkai narasi estetika yang memadukan nostalgia dengan ironi modern. Produk ski ini terasa seperti sekuel film: sutradara sama, latar lebih berani.
Kamu jelas belum mempertimbangkan nilai aspirasional. Di dunia mewah, fungsi hanyalah syarat dasar. Produk sebenarnya adalah ceritanya. Kalau kamu pikir koleksi ini untuk pemain ski beneran, kamu salah paham total soal model bisnisnya.
Ya pasti aspiratif. Tapi menyebutnya 'pakaian ski' bukan sekadar pemasaran—ini menyesatkan. Seperti jual jas hitam sebagai 'pakaian renang' karena secara teknis bisa basah. Ada batas antara fantasi dan penipuan, dan Jacquemus sudah menyalipnya tanpa henti.
Mari bahas keberlanjutan. Apakah kita benar-benar butuh ini? 18 produk baru mirip ski dari brand yang sudah overproduksi? Anggap gue jadul, tapi bukankah minimalis berarti 'lebih sedikit itu lebih baik'—bukan 'lebih banyak, tapi warna krem'? Ini terasa seperti greenwashing berpelafalan Prancis.
Gue gak peduli gak bisa main ski pakai ini. Gue tetap bakal pakai di lounge après-ski dan keliatan kayak abis keluar dari kampanye Jacquemus. Kan emang gitu maksudnya. Mode itu teater. Dan sayang, gue siap untuk pemotretan close-up.
Tepat sekali. Kamu ngerti. Ini bukan soal performa—tapi soal modal budaya. Saat pakai ini, kamu bukan lagi menaklukkan gunung. Kamu lagi pamer halus soal selera, akses, dan paham referensinya. Nah, itu olahraga sebenarnya.