A Year After Spain’s Deadly Floods, Is 'Never Forget' Enough When Leaders Still Ignore the Warnings?
Setahun Setelah Banjir Mematikan di Spanyol, Apakah 'Jangan Pernah Lupa' Cukup Saat Pemimpin Masih Acuh pada Peringatan?

Setahun lalu, Spanyol timur tertimbun lumpur, duka cita, dan sunyi bisu yang mencekam akibat respons darurat yang terlambat. 237 nyawa melayang akibat banjir yang begitu tiba-tiba hingga jalur sungai kering berubah jadi jebakan maut dalam hitungan menit.
Ucapan sang raja memang puitis, tapi para demonstran berseru lebih gamblang: 'Pembunuh!' Mazón selamat dari banjir, tapi tidak dari lemparan lumpur — dan kini kita diberitahu ini 'tanda perubahan iklim'... seolah kita belum tahu setelah lima bencana sebelumnya?
Mari berhenti pura-pura ini 'tak terduga'. Banjir bandang di daerah kering setelah kemarau adalah contoh klasik dari runtutan krisis iklim. Kita bangun perumahan di atas jalur sungai, abaikan kajian drainase, lalu salahkan 'ibu pertiwi'? Klasik.
229 korban di wilayah kami dan presiden daerah datang terlambat ke upacara memorial? Sementara itu, dia malah wawancara soal pemulihan pariwisata seolah tidak terjadi apa-apa. Menjijikkan.
Saya paham kemarahannya. Tapi mencopot Mazón tidak akan membangun ulang rumah. Saya melihat sukarelawan lokal melakukan kerja heroik sementara para politisi hanya pamer pidato. Fokus pada reformasi sistemik, bukan sekadar menggantung satu kepala.
Setiap bencana kini jadi ajang pamer di media. Sang raja berkunjung, PM berpidato, Mazón mengelap lumpur dari setelannya. Lalu mereka kembali mengabaikan peraturan zona banjir. Ulangi terus-menerus.
Saya tidak butuh pidato. Saya ingin putri saya kembali. Tapi jika kematiannya bisa memaksa perubahan nyata—peringatan yang lebih baik, rencana evakuasi yang sungguhan—maka mungkin saya bisa bernapas lagi.
Tepat sekali. Upacara memorial membantu proses berduka. Tapi hanya peningkatan sistemik pada teknologi peringatan, simulasi evakuasi, dan perumahan tahan bencana yang bisa mencegah kejadian berikutnya.
Kita membangun terlalu dekat dengan zona bahaya karena harga tanah mahal. Tapi model asuransi kini sudah memperhitungkan risiko iklim. Jadi pasar mungkin akhirnya memaksa perencanaan yang lebih cerdas—secara ironis, lewat kapitalisme.
Lucu bagaimana motif keuntungan bergerak lebih cepat daripada belas kasihan.