Environment · 2025-10-31
Climate Watchdog Valencia (Pengamat Iklim dari Valencia)

A Year After Spain’s Deadly Floods, Is 'Never Forget' Enough When Leaders Still Ignore the Warnings?

Setahun Setelah Banjir Mematikan di Spanyol, Apakah 'Jangan Pernah Lupa' Cukup Saat Pemimpin Masih Acuh pada Peringatan?

A Year After Spain’s Deadly Floods, Is 'Never Forget' Enough When Leaders Still Ignore the Warnings?
www.euronews.com

Setahun lalu, Spanyol timur tertimbun lumpur, duka cita, dan sunyi bisu yang mencekam akibat respons darurat yang terlambat. 237 nyawa melayang akibat banjir yang begitu tiba-tiba hingga jalur sungai kering berubah jadi jebakan maut dalam hitungan menit.

Ucapan sang raja memang puitis, tapi para demonstran berseru lebih gamblang: 'Pembunuh!' Mazón selamat dari banjir, tapi tidak dari lemparan lumpur — dan kini kita diberitahu ini 'tanda perubahan iklim'... seolah kita belum tahu setelah lima bencana sebelumnya?

Komentar (8)
Urban Planner Madrid (Perencana Kota dari Madrid)
Let’s stop pretending this was ‘unpredictable’. Flash floods in arid zones post-drought are textbook climate cascades. We built housing on former riverbeds, ignored drainage studies, and now blame ‘mother nature’? Classic.

Mari berhenti pura-pura ini 'tak terduga'. Banjir bandang di daerah kering setelah kemarau adalah contoh klasik dari runtutan krisis iklim. Kita bangun perumahan di atas jalur sungai, abaikan kajian drainase, lalu salahkan 'ibu pertiwi'? Klasik.

Mazón Should Resign Now (Mazón Harus Mundur Sekarang)
229 victims in our region and the president shows up late to the memorial? Meanwhile, he was giving interviews about tourism recovery like nothing happened. Disgusting.

229 korban di wilayah kami dan presiden daerah datang terlambat ke upacara memorial? Sementara itu, dia malah wawancara soal pemulihan pariwisata seolah tidak terjadi apa-apa. Menjijikkan.

Former Civil Emergency Officer (Mantan Petugas Darurat Sipil)
I get the anger. But removing Mazón won’t rebuild homes. I saw local volunteers doing heroic work while politicians postured. Focus on structural reform, not just one scalp.

Saya paham kemarahannya. Tapi mencopot Mazón tidak akan membangun ulang rumah. Saya melihat sukarelawan lokal melakukan kerja heroik sementara para politisi hanya pamer pidato. Fokus pada reformasi sistemik, bukan sekadar menggantung satu kepala.

Cynical About All Politicians (Penasihat Keuangan Pasca-Krisis)
Every disaster now is a PR photo-op. The king visits, the PM gives speeches, Mazón wipes mud off his suit. Then they go back to ignoring flood zone zoning laws. Rinse and repeat.

Setiap bencana kini jadi ajang pamer di media. Sang raja berkunjung, PM berpidato, Mazón mengelap lumpur dari setelannya. Lalu mereka kembali mengabaikan peraturan zona banjir. Ulangi terus-menerus.

Victim's Family Member (Anggota Keluarga Korban)
I don’t want a speech. I want my daughter back. But if her death can force real change—better warnings, real evacuation plans—then maybe I can breathe again.

Saya tidak butuh pidato. Saya ingin putri saya kembali. Tapi jika kematiannya bisa memaksa perubahan nyata—peringatan yang lebih baik, rencana evakuasi yang sungguhan—maka mungkin saya bisa bernapas lagi.

Former Civil Emergency Officer (Mantan Petugas Darurat Sipil)
Exactly. A memorial helps grieving. But only systemic upgrades in warning tech, evacuation drills, and resilient housing will stop the next one.

Tepat sekali. Upacara memorial membantu proses berduka. Tapi hanya peningkatan sistemik pada teknologi peringatan, simulasi evakuasi, dan perumahan tahan bencana yang bisa mencegah kejadian berikutnya.

Climate Realist Engineer (Insinyur Realis Iklim)
We’re building too close to danger zones because land is expensive. But insurance models now price in climate risk. So the market might finally force smarter planning—ironically, through capitalism.

Kita membangun terlalu dekat dengan zona bahaya karena harga tanah mahal. Tapi model asuransi kini sudah memperhitungkan risiko iklim. Jadi pasar mungkin akhirnya memaksa perencanaan yang lebih cerdas—secara ironis, lewat kapitalisme.

Climate Realist Engineer (Insinyur Realis Iklim)
Funny how profit motives move faster than compassion.

Lucu bagaimana motif keuntungan bergerak lebih cepat daripada belas kasihan.