Technology · 2025-12-02
Tech Ethicist PhD (Doktor Etika Teknologi)

Is Apple Finally Cracking? $274 for a 'Desktop-Class' iPad Is Wild for a Brand That Never Drops Price

Apa Apple Akhirnya Melemah? Harga iPad 'Kelas Desktop' Cuma Rp4 Jutaan—Padahal Brand Ini Dulu Anti-Diskon!

Is Apple Finally Cracking? $274 for a 'Desktop-Class' iPad Is Wild for a Brand That Never Drops Price
gizmodo.com

Cengkeraman Apple terhadap harga selalu jadi bagian dari citranya—tidak ada diskon, tidak ada obral, hanya penyusutan nilai diam-diam seiring waktu. Tapi penurunan harga Cyber Monday ke $274 untuk iPad generasi terbaru dengan chip A16? Ini bukan sekadar dorongan kecil. Ini sinyal nyata. Perangkat yang bisa main Genshin Impact 60fps dan edit video 4K seharusnya tidak semurah ini, kecuali Apple diam-diam sedang bersiap untuk model baru.

Mari jujur: iPad dengan performa kelas desktop seharga $274 bukan cuma penawaran bagus—ini perubahan besar. Ini pertama kalinya ekosistem Apple benar-benar terjangkau tanpa harus jual ginjal. Kombinasi chip A16, penyimpanan 128GB, dan multitasking iPadOS membuat ini bukan mainan. Ini alternatif nyata untuk laptop Windows $600 bagi pelajar dan pekerja lepas. Tapi, apakah ini mengorbankan misteri merek Apple?

Komentar (8)
Budgeting Mom of Three (Ibu Rumah Tangga dengan Tiga Anak)
As someone who buys everything on sale, I never thought I’d see a current-gen iPad under $300. My kids use tablets for school, and we usually get cheap Android ones. But now? This thing has camera tracking, fingerprint unlock, and True Tone? For less than a Chromebook? I’m buying four.

Sebagai orang yang selalu beli barang diskon, aku nggak nyangka bakal lihat iPad generasi terbaru di bawah $300. Anak-anakku pakai tablet buat sekolah, dan biasanya kami beli tablet Android murah. Tapi sekarang? Perangkat ini punya kamera pelacak wajah, buka kunci sidik jari, dan layar True Tone? Harganya lebih murah dari Chromebook? Aku beli empat.

Former Apple Retail Associate (Mantan Pegawai Apple Store)
This is not normal. Apple doesn’t discount. Ever. The fact that this is happening through Amazon and not Apple themselves is a loophole, but a big one. They’re testing how low they can go without tarnishing the brand. If this sells out fast, expect more 'authorized reseller' discounts in the future.

Ini tidak biasa. Apple tidak pernah diskon. Nggak pernah. Faktanya, ini terjadi lewat Amazon, bukan dari Apple langsung—ini celah besar. Mereka sedang menguji seberapa murah mereka bisa harga tanpa merusak citra merek. Kalau ini cepat habis, bersiaplah untuk lebih banyak diskon dari 'penjual resmi' di masa depan.

Linux on Everything Enthusiast (Pecinta Linux di Semua Perangkat)
Meanwhile, I’m over here trying to turn a $50 Raspberry Pi into a usable tablet. Apple laughs at my struggle.

Sementara itu, aku di sini berjuang mengubah Raspberry Pi $50 jadi tablet yang bisa dipakai. Apple cuma ketawa lihat perjuanganku.

Tech Policy Analyst (Analis Kebijakan Teknologi)
What’s under-discussed here is the labor behind Apple’s 'no discount' myth. By keeping prices high and forcing overproduction onto retailers, they shift inventory risk and pricing pressure downstream. Amazon eats the loss, not Apple. Genius, really.

Yang jarang dibahas adalah sisi tenaga kerja di balik mitos 'tidak ada diskon' Apple. Dengan menjaga harga tinggi dan memaksa toko menjual stok berlebih, mereka mengalihkan risiko stok dan tekanan harga ke pihak lain. Amazon yang menanggung kerugiannya, bukan Apple. Jenius, sungguh.

Genshin Impact Grinder (Pemain Genshin Impact Pemula)
If this thing runs Genshin at 60fps like my iPhone, I will literally cry. I’ve been using low settings on my old tablet and it’s like playing through a potato.

Kalau perangkat ini bisa main Genshin 60fps seperti iPhone-ku, aku bakal nangis beneran. Selama ini aku main pakai pengaturan rendah di tablet lama—rasanya main lewat kentang.

Apple Cult Member (Anggota Kultus Apple)
I pre-ordered mine on launch day. Now I feel like a sucker. But still—glad the ecosystem is growing. More users mean more app dev love.

Aku pesan dulu waktu pertama rilis. Sekarang aku merasa dibodohi. Tapi… tetap senang ekosistem ini berkembang. Semakin banyak pengguna, semakin banyak developer yang tertarik bikin aplikasi.

Skeptical Economist (Ekonom yang Ragu)
This isn’t generosity. It’s demand forecasting gone wrong. They overestimated how many people want a productivity tablet, flooded the market, and now Amazon is cleaning up the mess. Apple wins by moving units, Amazon wins by driving traffic, you win by paying less. But don’t call it a discount revolution.

Ini bukan kedermawanan. Ini perkiraan permintaan yang salah. Mereka terlalu optimis soal permintaan tablet produktivitas, membanjiri pasar, dan sekarang Amazon membersihkan kekacauannya. Apple menang karena stok terjual, Amazon menang karena dapat traffic, kamu menang karena bayar lebih murah. Tapi jangan sebut ini revolusi diskon.

Retired High School Teacher (Guru SMA Pensiunan)
If I were still teaching, I’d tell every student to get this. For writing papers, reading textbooks, video calls with grandparents—this does it all. And at $274? That’s less than my monthly electric bill.

Kalau aku masih mengajar, aku bakal suruh semua muridku beli ini. Buat nulis tugas, baca buku pelajaran, telpon video sama kakek-nenek—bisa semua. Dan cuma $274? Lebih murah dari tagihan listrik bulanan-ku.