Is Apple Finally Cracking? $274 for a 'Desktop-Class' iPad Is Wild for a Brand That Never Drops Price
Apa Apple Akhirnya Melemah? Harga iPad 'Kelas Desktop' Cuma Rp4 Jutaan—Padahal Brand Ini Dulu Anti-Diskon!

Cengkeraman Apple terhadap harga selalu jadi bagian dari citranya—tidak ada diskon, tidak ada obral, hanya penyusutan nilai diam-diam seiring waktu. Tapi penurunan harga Cyber Monday ke $274 untuk iPad generasi terbaru dengan chip A16? Ini bukan sekadar dorongan kecil. Ini sinyal nyata. Perangkat yang bisa main Genshin Impact 60fps dan edit video 4K seharusnya tidak semurah ini, kecuali Apple diam-diam sedang bersiap untuk model baru.
Mari jujur: iPad dengan performa kelas desktop seharga $274 bukan cuma penawaran bagus—ini perubahan besar. Ini pertama kalinya ekosistem Apple benar-benar terjangkau tanpa harus jual ginjal. Kombinasi chip A16, penyimpanan 128GB, dan multitasking iPadOS membuat ini bukan mainan. Ini alternatif nyata untuk laptop Windows $600 bagi pelajar dan pekerja lepas. Tapi, apakah ini mengorbankan misteri merek Apple?
Sebagai orang yang selalu beli barang diskon, aku nggak nyangka bakal lihat iPad generasi terbaru di bawah $300. Anak-anakku pakai tablet buat sekolah, dan biasanya kami beli tablet Android murah. Tapi sekarang? Perangkat ini punya kamera pelacak wajah, buka kunci sidik jari, dan layar True Tone? Harganya lebih murah dari Chromebook? Aku beli empat.
Ini tidak biasa. Apple tidak pernah diskon. Nggak pernah. Faktanya, ini terjadi lewat Amazon, bukan dari Apple langsung—ini celah besar. Mereka sedang menguji seberapa murah mereka bisa harga tanpa merusak citra merek. Kalau ini cepat habis, bersiaplah untuk lebih banyak diskon dari 'penjual resmi' di masa depan.
Sementara itu, aku di sini berjuang mengubah Raspberry Pi $50 jadi tablet yang bisa dipakai. Apple cuma ketawa lihat perjuanganku.
Yang jarang dibahas adalah sisi tenaga kerja di balik mitos 'tidak ada diskon' Apple. Dengan menjaga harga tinggi dan memaksa toko menjual stok berlebih, mereka mengalihkan risiko stok dan tekanan harga ke pihak lain. Amazon yang menanggung kerugiannya, bukan Apple. Jenius, sungguh.
Kalau perangkat ini bisa main Genshin 60fps seperti iPhone-ku, aku bakal nangis beneran. Selama ini aku main pakai pengaturan rendah di tablet lama—rasanya main lewat kentang.
Aku pesan dulu waktu pertama rilis. Sekarang aku merasa dibodohi. Tapi… tetap senang ekosistem ini berkembang. Semakin banyak pengguna, semakin banyak developer yang tertarik bikin aplikasi.
Ini bukan kedermawanan. Ini perkiraan permintaan yang salah. Mereka terlalu optimis soal permintaan tablet produktivitas, membanjiri pasar, dan sekarang Amazon membersihkan kekacauannya. Apple menang karena stok terjual, Amazon menang karena dapat traffic, kamu menang karena bayar lebih murah. Tapi jangan sebut ini revolusi diskon.
Kalau aku masih mengajar, aku bakal suruh semua muridku beli ini. Buat nulis tugas, baca buku pelajaran, telpon video sama kakek-nenek—bisa semua. Dan cuma $274? Lebih murah dari tagihan listrik bulanan-ku.