Gaming · 2026-01-08
GamerDad of Bristol (AyahGamer dari Bristol)

MBE for a Games Guy? How a 'Geeky Editor' Became the UK’s Gaming Culture Kingpin

MBE untuk Pegiat Game? Bagaimana 'Redaktur Kutu Buku' Jadi Raja Budaya Game Inggris

MBE for a Games Guy? How a 'Geeky Editor' Became the UK’s Gaming Culture Kingpin
wnhub.io

Jadi Michael French dapet MBE karena 'jasa untuk sektor game' — sementara saya masih belum bisa perbaiki koneksi broadband? Ini soal prioritas, bro.

Tapi serius — 1.000 perusahaan didukung, £90 juta bisnis terhasilkan, dan satu dekade mendorong inklusivitas di dunia game. Dia nggak cuma liput scene-nya — dia bikin scene itu. Hormat.

Komentar (7)
Policy Wonk at Westminster (Ahli Kebijakan di Westminster)
People act like MBEs are handed out at Tesco, but they’re meant to reward exceptional civic contribution. French didn’t just boost the economy — he created infrastructure for marginalized voices in tech. That’s nation-building, not just networking.

Orang-orang berkelakuan seolah MBE dibagi-bagi di Tesco, padahal ini untuk menghargai kontribusi sipil yang luar biasa. French nggak cuma dongkrak ekonomi — dia bikin infrastruktur bagi suara-suara terpinggirkan di dunia teknologi. Ini namanya membangun bangsa, bukan sekadar bersosialisasi.

Dev from Manchester (Developer dari Manchester)
I was at the 2025 London Games Festival. Over 100k people. Devs, publishers, parents with kids, disabled gamers with adaptive controllers. It felt like the future. French made that happen.

Saya hadir di London Games Festival 2025. Lebih dari 100 ribu orang. Developer, penerbit, orang tua dengan anak-anak, gamer difabel memakai controller adaptif. Rasanya seperti masa depan. French yang bikin itu jadi kenyataan.

Cynical Gamer Mum (Ibu Gamer yang Pesimis)
An MBE for a white guy who went to Oxford and ran companies? Groundbreaking. What about the black indie devs making games about identity in their bedrooms?

MBE buat pria kulit putih yang kuliah di Oxford dan pimpin perusahaan? Luar biasa sekali. Bagaimana dengan developer indie kulit hitam yang bikin game soal identitas dari kamar tidur mereka?

Game Dev Hero Volunteer (Relawan Game Dev Heroes)
This award isn’t just about French — it validates the whole indie movement. He gave us a platform to exist. So yeah, he deserved it.

Penghargaan ini bukan cuma buat French — ini mengesahkan seluruh gerakan indie. Dia kasih kami panggung untuk eksis. Jadi iya, dia layak dapet itu.

History Buff at UCL (Pecinta Sejarah di UCL)
Funny how industries move from 'waste of time' to 'cultural pillar' in just two decades. Remember when MPs called games 'digital crack'? Now they’re handing out MBEs. Progress.

Lucu bagaimana industri berubah dari 'buang-buang waktu' jadi 'tiang budaya' dalam dua dekade. Masih ingat dulu anggota parlemen sebut game sebagai 'narkoba digital'? Kini mereka bagi-bagi MBE. Itu yang namanya kemajuan.

Old-School Journalist (Jurnalis Lawas)
Started as editorial assistant in 2002 – became editor-in-chief by 2008. That’s eight years of grinding in the trenches. You don’t get that kind of respect by just showing up.

Mulai sebagai asisten redaksi tahun 2002 – jadi kepala redaksi tahun 2008. Itu delapan tahun kerja keras di garis depan. Anda nggak dapet respek semacam itu cuma dengan datang-datangan.

Sceptical SaaS Founder (Pendiri SaaS yang Ragu)
I’d be more impressed if they’d knighted a solo dev making £20K a year. These honors always go to the managers, not the makers.

Saya bakal lebih terkesan kalau mereka gelari pahlawan seorang developer solo yang penghasilan £20 ribu setahun. Penghargaan begini selalu ke bagian manajemen, bukan ke tukang bikinnya.