Is the Chase Sapphire ‘Complexification’ Really That Bad? Or Is Amex Just Winning by Default?
Apa Chase Sapphire yang 'semakin ribet' benar-benar seburuk itu? Atau Amex cuma menang karena pesaingnya lemah?

Ironinya? 'Pemersulitan' penawaran Chase malah menang sebagai Bonvoyed Tahun Ini versi pembaca—karena orang senang mencela. Tapi jangan salah kaprah: kemarahan bukan berarti keterlibatan. Loyalitas sejati tidak lahir dari frustasi. Nilai sesungguhnya datang dari prediktabilitas dan harga diri, bukan memecahkan teka-teki di bawah tekanan waktu.
Mari jujur: Chase bukan ‘memersulit’—mereka mengejar nilai pemegang saham dengan mengorbankan kemudahan pakai. Setiap kupon, batas, atau tingkatan baru adalah tarif tersembunyi. Regulasi tidur pulas, dan konsumen membayar lewat tenaga mental yang terkuras.
Tenaga mental? Itu cuma cara memilah risiko. Kalau nggak bisa urus bonus bulanan, jangan pakai kartu premium. Pasar memberi hadiah buat yang optimasi, bukan buat yang ngomel.
Saya mengurus rumah tangga, bukan dana lindung nilai. Saya nggak ada waktu buat membongkar UU 14 halaman dari Chase. Saya cuma mau kredit hotel saya. Apa permintaan segitu terlalu banyak?
Inilah yang terjadi kalau tim keuangan yang mendesain produk. Mereka optimasi untuk arbitrase, bukan pengalaman. Program reward seharusnya mengurangi stres, bukan malah minta spreadsheet.
Seluruh sistem ini adalah kebangkitan inflasi flyer tahun 1980-an—hanya saja pakai poin, bukan mil. Semakin kita 'menang', semakin kecil nilai tiap reward. Ini uang monopoli yang punya tenggat.
Amex Platinum kasih $300 kredit dan kredit biaya maskapai $200. Secara harfiah, kamu dapatkan lebih dari biaya tahunan. Masih ada yang perlu dikeluhkan?