Is Sepultura’s Farewell Tour a Genuine Swan Song or Just a Ticket-Selling Power Move?
Apakah Tur Perpisahan Sepultura adalah Lagu Pamungkas yang Tulus atau Hanya Strategi Jualan Tiket?

www.forbes.com
Sepultura’s announcement of their final European show in Dublin has sent shockwaves through the metal community. After 40 relentless years, the band insists this farewell is self-chosen, peaceful, and born from a desire to exit with dignity—not because they’ve run out of steam.
Pengumuman Sepultura tentang konser Eropa terakhir mereka di Dublin mengguncang komunitas metal. Setelah 40 tahun penuh semangat, band ini bersikeras perpisahan ini adalah pilihan sadar, damai, dan lahir dari keinginan untuk pamit dengan bermartabat—bukan karena kehabisan tenaga.
Andreas Kisser argues the end isn’t about creative stagnation—it’s about avoiding the 'comfort zone' that kills art. But let’s be honest: in rock history, 'final tours' have a funny way of turning into comebacks when reunion cash rolls in.
Andreas Kisser berargumen akhirnya bukan karena stagnasi kreatif—tapi untuk menghindari 'zona nyaman' yang membunuh seni. Tapi jujur saja: dalam sejarah rock, 'tur terakhir' punya kebiasaan aneh berubah jadi comeback saat uang reuni mengalir masuk.
Orang terus meragukan ketulusan mereka? Apa kalian pernah dengar wawancara Kisser? Ini bukan tur perpisahan ala perusahaan yang ditulis panitia. Ini tentang seseorang yang hidup dalam dunia metal merenungkan warisan, seni, dan kematian. Hormati keputusannya pergi.
Hormati sebanyak yang kamu mau, tapi Pantera baru saja 'reuni' tanpa satu pun anggota asli dan tetap ludes penjualannya. Jika uangnya cukup, 'kematian' biasanya diabaikan. Saya baru percaya ini berakhir saat gitar terakhir dikubur.
Mari kita akui—Sepultura sudah berakhir saat Max dan Igor pergi. Yang sekarang tur hanyalah warisan dengan nama Kisser di kartu identitasnya. Saya akan datang ke Dublin, tapi saya tidak menipu diri: ini nostalgia, bukan inovasi.
Model tur perpisahan kini jadi sumber pendapatan. Band tidak pensiun—mereka 'memonetisasi warisan mereka'. Beban emosional itu nyata bagi penggemar, tapi logika bisnisnya tak terbantahkan.
Sebagai orang yang memboking acara metal, saya pernah lihat band yang jadwalkan 'konser terakhir' tapi malah tur lima tahun lagi. Ini cuma strategi pemasaran. Sebut saja 'putaran kemenangan legendaris', bukan perpisahan. Lebih jujur.
Kalian semua kehilangan intinya. Konser di Dublin akan gila. Biohazard, Malevolence, Sacred Reich DAN Crypta? Itu lineup level festival dengan satu tiket. Nikmati musiknya, bukan dramanya.
Kisser bilang paling tepat: 'Seni adalah risiko.' Bertahan di 'gelembung' Sepultura akan membuat mereka jadi penghormatan bagi diri sendiri. Mundur sekarang adalah hal paling artistik yang mereka lakukan dalam puluhan tahun.
Tampil dengan Sepultura di Dublin sebagai konser Eropa terakhir mereka? Jujur, ini kehormatan. Kami tumbuh dengan memuja mereka. Tapi soal 'terakhir'? Di dunia metal? Kita lihat saja. Tapi malam ini, kita hancurkan panggung.