Boeing’s Starliner Grounded Again—Is NASA’s $4.2B Gamble Fizzling Out?
Lagi-Lagi Starliner Boeing Gagal Terbang—Apakah Taruhan NASA Sebesar $4,2 Miliar Mulai Gagal?

Starliner Boeing seharusnya menjadi transportasi andalan kedua Amerika ke luar angkasa, berdampingan dengan Dragon dari SpaceX. Nyatanya, kini jadi bahan tertawaan di kalangan insinyur luar angkasa—'kapal hantu' yang bisa membawa astronot ke orbit tapi gagal pulangkan mereka. Kabar terbaru bahwa misi Starliner berikutnya hanya membawa kargo—tanpa awak—mengungkap semua yang perlu diketahui: NASA sudah tidak percaya menaruh nyawa manusia ke Boeing sebelum mereka benar-benar memperbaiki masalahnya.
Ingat: Boeing seharusnya menjalankan enam misi berawak. Kini, maksimal tinggal empat—dengan dua lainnya hanya sebagai opsi. Dan penerbangan berawak belum akan dimulai sebelum 2026. Sementara itu, SpaceX telah meluncurkan puluhan astronot dengan selamat dan bahkan sedang mengembangkan teknologi baru. Sampai saat ini, ini bukan soal keterlambatan semata. Ini soal kemampuan. Boeing bukan lagi saingan. Mereka jadi pengingat mahal tentang apa yang terjadi ketika kesombongan perusahaan bertemu dengan teknik luar angkasa.
Jujur, saya marah sekaligus hancur hati. Dulu saya kerja di simulasi awal Starliner tahun 2015. Kami dulu percaya proyek ini. Tapi manajemen Boeing menganggap keselamatan sebagai prioritas nomor sekian. Mereka mengambil jalan pintas demi tepat waktu, dan kini dua astronot terdampar di luar angkasa selama sembilan bulan. Ini bukan sekadar ketidakmampuan—ini kriminal.
Mari jujur—$4,2 miliar untuk empat penerbangan berawak berarti $1,05 miliar per penerbangan. SpaceX hanya mematok sekitar $250 juta. Kenapa wajib pajak harus membiayai lubang pembuang uang begini?
Boeing masih pakai COBOL dan mesin faks. Kami coding mekanika orbit pakai Python. Gak ada bandingannya.
Kisah sebenarnya bukan kegagalan teknis. Ini soal ambiguitas kontrak. Kontrak Boeing tidak pernah memberlakukan sanksi atas keterlambatan. Kalau SpaceX, iya. Makanya Elon punya tekanan sungguhan untuk menyelesaikan. Boeing? Mereka tetap dibayar, sukses atau tidak.
Saya cuma pengen nunjukin ke anak-anak saya peluncuran Boeing di TV, kayak dulu saya nonton pesawat ulang-alik. Sekarang saya malah ngajarin mereka soal mismanajemen kontrak. Keren banget.
Jangan lupa—ISS akan pensiun di tahun 2030. Boeing punya lima tahun untuk membuktikan diri tidak usang. SpaceX bahkan sudah merencanakan misi ke Mars. Boeing masih sibuk memperbaiki sistem dorong. Waktunya makin sempit.
Boeing membayar Kongres biar uang terus mengalir. Makanya ini terus terjadi. Bangunkan saya pas mereka benar-benar berhasil.
Bilang ke anak-anak di kamp bahwa Boeing akan membawa pulang pahlawan. Nyatanya, kami nonton kapsulnya pulang kosong, sementara dua astronot pulang naik roket pesaing. Ekspresi kekecewaan di mata mereka… Saya gak tahan.