Colorado’s Wolf Reintroduction Hits a Wall: Can They Survive Without Help?
Upaya Reintroduksi Serigala Colorado Terhambat: Bisakah Mereka Bertahan Tanpa Bantuan?

Jadi Colorado berhasil membawa 25 serigala dalam dua musim dingin—namun kehilangan 10 di antaranya karena tembakan, kecelakaan lalu lintas, dan pertarungan predator. Sekarang Washington menutup rapat-rapat pintu kandang, menolak mengirim lebih banyak karena populasi mereka turun 9%. Ironi? Pantai Barat kini malah menggurui Pegunungan Rocky soal tanggung jawab ekologis.
Sementara itu, Idaho, Montana, dan Wyoming semua bilang 'tidak perlu' sebelum Washington. Dan kini pihak federal blokir serigala dari British Columbia, dengan alasan 'masalah perizinan'—yang menurut CPW tidak berdasar. Kini program serigala Colorado terjepit di antara batu dan dinding keras. Bahkan kerangka hukum mereka sendiri menyebut bisa dapat serigala dari Wisconsin atau Michigan… tapi siapa sebenarnya yang akan merespons panggilan itu?
Dengar, saya paham impian ekologisnya. Serigala menyeimbangkan ekosistem. Tapi jangan dramatisasi kematian. Hewan ini membunuh ternak—peternakan itu bisnis, bukan taman alam. Saat serigala membunuh anak sapi saya, itu artinya ratusan dolar hilang. Dan 'kompensasi'? Butuh berbulan-bulan, kalau pun datang. Negara bersikap seolah ini soal sains—mereka mengabaikan ongkos yang dibayar oleh manusia sungguhan.
Anda menyalahkan serigala atas ketidakseimbangan yang kita ciptakan. Anda hapus predator, alam melawan balik. Kini kita kembalikan serigala dan tiba-tiba 'bencana' saat ternak diterkam? Lucu bagaimana 'masalah alam' hanya dianggap ada saat merugikan keuntungan.
Ironinya sangat kental di sini: negara-negara Barat menolak membantu program wajib federal, lalu menyalahkan Colorado atas 'kesalahan manajemen'. Aturan 10(j) jelas beri fleksibilitas ke CPW, dan Wisconsin pun jadi opsi. Tapi secara politik? Tak satu pun mau jadi negara yang 'memberi' serigala. Takut kena kemarahan peternak mengalahkan pemulihan ekosistem.
Kami tidak menghapus serigala karena benci alam. Kami melakukannya karena dulu itu berhasil untuk kehidupan bersama. Tak bisa memutar balik sejarah dan berpura-pura kami tak pernah mengindustrialisasi Barat.
Ini bukan cuma soal serigala. Ini tentang ingin jadi Barat seperti apa kita: yang dibentuk rasa takut, atau oleh sains dan visi jangka panjang? Peternak butuh dukungan, bukan sindiran. Tapi menunda re-wilding karena ketakutan usang? Itu kalah-kalah.
Sebagai orang yang memasangkan kalung pelacak pada hewan ini, saya bisa katakan: stres translokasi itu nyata. Angka kematian melonjak dalam 6 bulan pertama. Tapi membiarkan ekosistem runtuh karena politik? Itu kegagalan sebenarnya.
Tepat sekali. Kita terlalu takut pada konflik jangka pendek sampai menjamin keruntuhan jangka panjang. Re-wilding bukan kemurahan hati—tapi perbaikan.
Mengingatkan saya pada bison. Kita sembelih jutaan, sebut mereka hama. Kini kita habiskan jutaan untuk membawa mereka kembali. Sejarah tak berulang, tapi sering bernada sama.