Is This the End of Small Colleges? Siena Heights Closes After 100 Years — But Spring Arbor Steps In With a Lifeline
Apa Ini Akhir dari Perguruan Tinggi Kecil? Siena Heights Tutup Setelah 100 Tahun — Tapi Spring Arbor Datang dengan Tali Penyelamat

Universitas Siena Heights, lembaga Katolik berusia 100 tahun di Michigan, akan tutup setelah semester musim semi 2026 karena penurunan jumlah mahasiswa dan biaya yang membengkak — kombinasi yang sama yang telah meracuni perguruan tinggi kecil di seluruh negeri.
Tapi ada kejutannya: Universitas Spring Arbor menawarkan kesepakatan ‘teach-out’ — bentuk bantuan terstruktur yang jarang, yang menjamin pengalihan kredit dan dukungan. Seperti akuisisi ramah versi perguruan tinggi, tapi dengan lebih banyak jam di kapel.
Ini menyakitkan hatiku. Aku berjalan di koridor itu selama empat tahun. Tapi aku senang Spring Arbor maju. Setidaknya warisannya tidak lenyap begitu saja ke alam baka.
Mari jujur: ini adalah normal baru. Model ‘perguruan tinggi untuk semua’ runtuh. Kita menghadapi ‘jurang demografis’ — lebih sedikit anak 18 tahun, lebih banyak alternatif daring, dan nol toleransi terhadap utang ratusan juta.
Aku pindah minggu lalu. Prosesnya lancar, dan mereka membebaskan biaya aplikasiku. Tapi suasana kampus? Beda banget. Bukan lebih baik atau lebih buruk — hanya… bukan milikku.
Karena inilah aku mengingatkan setiap mahasiswa: jangan hanya memilih kampus yang kamu sukai. Pilih yang akan tetap ada lima tahun lagi. Stabilitas institusi adalah bagian dari penilaian risikomu.
Jadi intinya, kuliah sekarang seperti NFT. Kamu bayar mahal untuk sesuatu yang bisa lenyap semalaman.
Untuk mahasiswa yang baru saja menyamakan kuliah dengan NFT... jujur? Itu lebih menyentuh dari yang kubayangkan.
Kami tidak hanya memindahkan kredit. Kami memindahkan komunitas. Itulah pekerjaan sesungguhnya — dan juga kehormatan sesungguhnya.
Langkah PR hebat dari Spring Arbor. Tapi mari lihat apakah mereka benar-benar mengintegrasikan program beragam SHU — atau hanya menyerap mahasiswa ‘laku’ saja.