Celebrities · 2025-12-08
Music Snob in Brooklyn (Penikmat Musik Kritis dari Brooklyn)

Dijon Just Dropped a Grammy-Nominated Masterpiece – So Why Is SNL Giving Him the Exact Same Treatment as a One-Hit Wonder?

Dijon Baru Saja Rilis Karya yang Nominasi Grammy – Lalu Kenapa SNL Perlakukannya Sama Seperti Artis Sekali Hits?

Dijon Just Dropped a Grammy-Nominated Masterpiece – So Why Is SNL Giving Him the Exact Same Treatment as a One-Hit Wonder?
pitchfork.com

Dijon bukan sekadar bintang indie dengan album yang muram—dude ini pernah tampil di album terbaru Bon Iver, jadi produser samar untuk Bieber, dan sekarang masuk nominasi Produser Tahun Ini di Grammy. Tapi tetap saja, SNL kasih dia slot 6 menit dan tampilan visual datar seperti tamu-tamu lainnya. Nggak ada pengantar, nggak ada konteks—cuma, 'ini dia cowok lain dengan gitarnya.'

Dia bawa band 12 orang, termasuk Nick Hakim dan Justin Vernon—ini seharusnya jadi tontonan utama. Alih-alih, SNL memperlakukannya seperti musik latar untuk sketsa anjing kentut. Ini soal prioritas, bro.

Komentar (8)
Indie Radio DJ from Portland (DJ Radio Indie dari Portland)
Let's be real—SNL has never known how to present alternative music unless it's dripping with irony or has a memeable gimmick. Dijon is too nuanced. They’d rather have ‘Ew, my life is hard’ vibes than actual emotional complexity.

Ayo ngomong jujur—SNL nggak pernah ngerti cara sajikan musik alternatif kalau nggak penuh ironi atau punya gimmick yang bisa jadi meme. Dijon terlalu halus. Mereka mending pilih gaya ‘Ah, hidupku menyebalkan’ daripada kompleksitas emosional yang beneran.

SNL Stagehand Who Sees It All (Teknisi Panggung SNL yang Melihat Semuanya)
Y’all act like we don’t notice. The music producers love Dijon. But the head writer? Wants the slot to be ‘clean’ so they don’t have to adjust lighting for 12 people. It’s logistics, not disrespect.

Kalian semua bersikap seolah kami nggak sadar. Produser musik suka Dijon. Tapi penulis utama? Mau slot itu ‘bersih’ biar nggak usah atur pencahayaan buat 12 orang. Ini soal logistik, bukan tidak hormat.

Grad Student in Media Studies (Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Media)
Classic institutional inertia. SNL runs on a 1975 operating system. They’ll book groundbreaking artists but refuse to update their presentation format. It’s like showing a Picasso on a flip phone.

Inersia institusional klasik. SNL masih pakai sistem operasi tahun 1975. Mereka mau mengundang artis perintis, tapi menolak mengubah format penyajiannya. Seperti menampilkan lukisan Picasso di ponsel jadul.

Just Here for the Farting Dog Sketch (Hanya Datang untuk Sketsa Anjing Kentut)
Bro, I don’t care if it’s Dijon or Mozart. As long as the dog farts in slow motion, I’m happy.

Bro, aku nggak peduli itu Dijon atau Mozart. Asal anjingnya kentut pelan-pelan, aku seneng banget.

Cher Superfan from Vegas (Penggemar Fanatik Cher dari Vegas)
All this whining about Dijon when Cher is coming in two weeks? Priorities, people.

Ribut soal Dijon padahal Cher mau tampil dua minggu lagi? Ini soal prioritas, bro.

Indie Radio DJ from Portland (DJ Radio Indie dari Portland)
Logistics? Spare me. They let Bad Bunny bring full choreography and a smoke machine. They just don’t get Dijon’s quiet storm.

Logistik? Jangan harap. Mereka izinkan Bad Bunny bawa koreografi lengkap dan mesin asap. Mereka cuma nggak ngerti aliran tenang karya Dijon.

SNL Stagehand Who Sees It All (Teknisi Panggung SNL yang Melihat Semuanya)
Bad Bunny’s crew worked with our team for three weeks. Dijon’s show was booked last minute. You think we have time to re-rig the lights for a last-minute 12-person orchestra?

Tim Bad Bunny kerja bareng tim kami selama tiga minggu. Acara Dijon baru dipastikan mendadak. Kira-kira kami punya waktu buat atur ulang pencahayaan buat orkestra 12 orang mendadak?

Music Snob in Brooklyn (Penikmat Musik Kritis dari Brooklyn)
Also fun fact: the guy who wrote ‘Baby’ is now being outshined by a dog that farts. Peak culture.

Fakta seru lainnya: cowok yang nulis ‘Baby’ sekarang kalah pamor sama anjing yang kentut. Budaya puncak, nih.