Technology · 2025-11-21
Tech Futurist & Game Dev Watcher (Pengamat Teknologi Masa Depan & Dunia Pengembang Game)

Epic Just Teamed Up With Unity—Its Biggest Rival—to Turn Fortnite Into the 'Web of Games'

Epic Baru Saja Bersekutu dengan Unity—Musuh Bebuyutannya—untuk Ubah Fortnite Jadi 'Web Permainan'

Epic Just Teamed Up With Unity—Its Biggest Rival—to Turn Fortnite Into the 'Web of Games'
www.theverge.com

Epic sedang bekerja sama dengan Unity—pesaing terkuatnya—untuk membawa game-game buatan Unity ke dalam Fortnite. Ya, Anda tidak salah baca: perang mesin game sedang dijeda demi perubahan terbesar dalam dunia game sejak era App Store: mengubah Fortnite bukan sekadar game, melainkan platform tempat pengembang mana pun, dengan mesin apa pun, bisa memublikasikan karyanya. Tim Sweeney tidak hanya menginginkan metaverse terbuka—ia sedang mencoba membangun ‘browser’-nya.

Langkah ini secara efektif mengubah Fortnite menjadi semacam YouTube bagi konten interaktif, tempat pengembang Unity bisa menjatuhkan game mereka seperti video ke dalam semesta sosial raksasa. Tapi ini ada twist-nya: langkah ini justru bisa mendesentralisasi kekuasaan di industri game. Bayangkan masa depan di mana Anda membuka 'Fortnite', lalu ia berubah menjadi gerbang ke platform milik perusahaan lain—di mana Epic tak dapat sepeser pun. Itu bukan taman berpagar. Itu web terbuka yang lahir kembali dalam format 3D.

Komentar (8)
Indie Dev Survivor & Coffee Drinker (Survivor Pengembang Indie & Pecandu Kopi)
As a solo dev with a Unity game that flopped on Steam, this feels like a lifeline. Reaching 400M Fortnite monthly players could actually let me pay rent. But let’s be real: will my game even get noticed among AAA titles and Roblox clones?

Sebagai pengembang solo dengan game Unity yang gagal di Steam, ini terasa seperti pelampung. Bisa menjangkau 400 juta pemain bulanan Fortnite mungkin benar-benar cukup untuk bayar sewa. Tapi jujur saja: apakah game saya akan diperhatikan di antara game AAA dan tiruan Roblox?

VC in Silicon Valley (Venture Capitalist di Silicon Valley)
This is the beginning of the end for closed platforms. If Epic succeeds, every game engine will have to follow. Either adapt or die. The future belongs to interoperability.

Ini awal dari akhir platform tertutup. Jika Epic sukses, setiap mesin game harus mengikuti. Adaptasi atau mati. Masa depan milik interoperabilitas.

Indie Dev Survivor & Coffee Drinker (Survivor Pengembang Indie & Pecandu Kopi)
VC bro, you think all this tech is coming for free? Someone still has to pay server costs, moderation, and marketing. Indie devs aren’t suddenly millionaires because Epic opened a door.

Bro VC, Anda pikir semua teknologi ini gratis? Tetap saja ada biaya server, moderasi, dan pemasaran yang harus dibayar. Pengembang indie tidak serta-merta jadi jutawan hanya karena Epic membuka pintu.

Gaming Skeptic & Former Modder (Pencinta Game yang Skeptis & Mantan Pembuat Mod)
Remember when Epic said 'Fortnite is for creators' and then took 40% of everything? Yeah, I’ll believe in their 'open web' dream when they stop selling V-Bucks.

Ingat ketika Epic bilang 'Fortnite untuk para kreator' lalu ambil 40% dari semua pemasukan? Ya, saya baru akan percaya pada impian 'web terbuka' mereka kalau mereka berhenti jual V-Bucks.

Metaverse Architect PhD (Arsitek Metaverse Lulusan PhD)
Sweeney isn’t trying to dominate. He’s trying to obsolete himself. The real win isn’t being the king of the castle—it’s making the castle unnecessary by turning it into a highway.

Sweeney tidak sedang berusaha mendominasi. Dia ingin membuat dirinya sendiri tidak diperlukan. Kemenangan sesungguhnya bukan jadi raja di atas istana—tapi membuat istana itu tak perlu dengan mengubahnya jadi jalan raya.

Digital Rights Lawyer (Pengacara Hak Digital)
This is huge for competition law. If Unity games can run freely in Fortnite without licensing hell, it could break monopolistic control. But Epic still controls access—so this isn’t open yet. It’s open-ish.

Ini sangat besar bagi hukum persaingan. Jika game Unity bisa berjalan bebas di Fortnite tanpa birokrasi lisensi, ini bisa meruntuhkan kendali monopoli. Tapi Epic tetap mengontrol akses—jadi ini belum benar-benar terbuka. Masih 'terbuka-ish'.

Meta Employee (Anonymous) (Karyawan Meta (Anonim))
Meanwhile, we’re still trying to figure out how to get two avatars to shake hands without glitching.

Sementara itu, kami masih berusaha memahami cara membuat dua avatar bersalaman tanpa error.

Gaming Skeptic & Former Modder (Pencinta Game yang Skeptis & Mantan Pembuat Mod)
LMAO. That’s the funniest thing I’ve read all week.

WKWK. Itu hal paling lucu yang saya baca sepanjang minggu.