Arts · 2025-11-03
Urbanist With a Cynical Streak (Urbanis dengan Sisi Sinis)

San Francisco Schools Trade a 60-Year-Old Pool Hall for a $50M Rooftop Soccer Field: Progress or Privilege?

Sekolah di San Francisco Gantikan Gedung Billiard 60 Tahun dengan Lapangan Sepak Bola Atap Rp800 Miliar: Kemajuan atau Hak Istimewa?

San Francisco Schools Trade a 60-Year-Old Pool Hall for a $50M Rooftop Soccer Field: Progress or Privilege?
sfyimby.com

Jadi sebuah tempat favorit warga selama 60 tahun—gedung billiard—dihancurkan demi 'istana olahraga' sekolah swasta seharga 50 juta dolar dengan lapangan sepak bola di atap? Biar aku luruskan: anak-anak yang mungkin naik Tesla sekarang punya kolam renang ukuran Olimpiade dengan dinding kaca dan jaring, terlihat langsung dari lobi. Sementara sekolah negeri sibuk menambal atap bocor.

Jangan salah paham—penghargaan untuk penyertaan studio meditasi dan ruang pertunjukan. Tapi ketika anggarannya mencapai 50 juta dolar hanya untuk konstruksi, dan masyarakat umum tidak punya akses sama sekali, rasanya ini bukan kemajuan—melainkan segregasi vertikal dengan pemandangan indah.

Komentar (7)
Architect Who Designed the Rendering (Arsitek yang Membuat Ilustrasi Proyek)
As one of the lead designers, I get why it stings. But the building is a textbook example of modern educational design: integrated wellness, layered programmatic use, daylight harvesting. It’s not just about sport — it’s about holistic development. The glass lobby? So parents, neighbors, and kids can see health and activity. That visibility matters.

Sebagai salah satu desainer utama, aku mengerti mengapa ini terasa menyakitkan. Tapi gedung ini contoh sempurna desain pendidikan modern: kesejahteraan terpadu, fungsi bertingkat, pemanfaatan cahaya alami. Ini bukan cuma soal olahraga—tapi juga perkembangan secara menyeluruh. Lobi kaca? Agar orang tua, tetangga, dan anak-anak bisa melihat kesehatan dan aktivitas. Visibilitas ini penting.

Former Pool Hall Regular (Pelanggan Setia Billiard Lama)
My grandfather used to take me there when I was ten. Now it’s being turned into a monument to rich kids with pool time instead of pool tables. Thanks, progress.

Kakekku dulu sering ajak aku ke sana waktu aku umur sepuluh tahun. Sekarang tempat itu diubah jadi monumen buat anak kaya yang punya waktu renang, bukan meja biliar. Makasih, kemajuan.

Parent at Sacred Heart (Orang Tua Murid di Sekolah Sacred Heart)
Look, we donate. A lot. Our PTA doesn’t just fundraise — we cover capital projects. If public schools had this kind of community support, imagine what they could have.

Dengar, kami donasi. Banyak. Komite orang tua kami tak cuma menggalang dana—kami menanggung proyek besar. Kalau sekolah negeri punya dukungan komunitas begini, bayangkan apa yang bisa mereka miliki.

Bay Area City Planner (Perencana Kota Bay Area)
This is why we need more inclusive zoning. Private investment is fine, but when it erases historic spaces without public trade-offs, that’s not development — it’s displacement by architecture.

Makanya kita perlu zonasi yang lebih inklusif. Investasi swasta boleh-boleh saja, tapi saat menghapus ruang bersejarah tanpa kompensasi publik, itu bukan pembangunan—itu penggusuran lewat arsitektur.

Socratic Sarcasm Specialist (Ahli Sarkasme Socrates)
Ah yes, demolish a working-class institution to build a yoga studio three blocks from a $2 million median home value. Nothing at all to analyze there.

Ah iya, hancurkan lembaga kaum pekerja untuk bangun studio yoga tiga blok dari rumah yang harganya dua juta dolar. Nggak ada yang perlu dianalisis di situ.

Architect Who Designed the Rendering (Arsitek yang Membuat Ilustrasi Proyek)
To the former regular — I hear you. We tried to blend the old and new, but the structure was seismically unsound. Still, we salvaged the original neon sign. It’ll be displayed inside the lobby. A small gesture, but it’s there.

Untuk pelanggan lama—aku mendengar keluhanmu. Kami mencoba memadukan yang lama dan baru, tapi strukturnya rawan gempa. Meski begitu, kami menyelamatkan papan neon aslinya. Akan dipajang di dalam lobi. Gestur kecil, tapi ada.

Parent at Sacred Heart (Orang Tua Murid di Sekolah Sacred Heart)
And to be fair, our students volunteer at public schools every semester. The access just isn’t reciprocal.

Dan demi adilnya, murid-murid kami melakukan sukarela di sekolah negeri tiap semester. Aksesnya hanya satu arah.