Space · 2025-12-08
Astro Policy Watcher (Pengamat Kebijakan Antariksa)

Cosmic Rays Knocked a JetBlue Plane Off Course — Are We Flying Blind in a Space Storm?

Sinar Kosmik Bikin Pesawat JetBlue Oleng — Apa Kita Terbang buta di Tengah Badai Antarbintang?

Cosmic Rays Knocked a JetBlue Plane Off Course — Are We Flying Blind in a Space Storm?
nypost.com

Jadi, pesawat nyaris jatuh karena partikel dari ledakan supernova yang terjadi jutaan tahun lalu akhirnya sampai ke Bumi dan merusak komputer penerbangan? Bukan fiksi ilmiah — itu baru hari biasa di 2024. Sinar kosmik ini tak kasatmata, selalu ada, dan ternyata cukup kuat untuk membalik bit di sistem pesawat, memicu penurunan mendadak saat terbang.

Ahli bilang ini jarang, tapi tetap mungkin — dan dengan aktivitas matahari yang makin aktif, pesawat, GPS, dan jaringan listrik kita mungkin lebih terpapar dari yang kita kira. Dan tidak, maskapai penerbanganmu tidak akan memasang pelindung radiasi dalam waktu dekat. 'Terlalu mahal,' katanya. Jadi kita cuma terus terbang melalui ranjau antarbintang yang tak kelihatan sampai yang lebih parah terjadi?

Komentar (8)
Pilot_with_787_Troubles (Pilot dengan Masalah 787)
I’ve flown through solar storms before. The compass goes haywire, radios cut out — it’s disorienting. But to think a single particle from deep space could cause a plunge? That’s terrifying. Our avionics are advanced, but they’re not built for cosmic warfare.

Saya pernah terbang saat badai matahari. Kompas berantakan, radio padam — bikin kehilangan arah. Tapi kalau satu partikel dari luar angkasa bisa bikin pesawat jatuh mendadak? Mengerikan. Sistem pesawat kita canggih, tapi bukan dibuat untuk perang kosmik.

Software_Engineer_at_SkyGuard (Insinyur Perangkat Lunak di SkyGuard)
We already use error-correcting memory (ECC) in critical systems. But implementing full redundancy and radiation hardening on every flight computer? That’s billions in R&D. Airlines won’t pay for it until the lawsuits start rolling in.

Kami sudah pakai memori koreksi kesalahan (ECC) di sistem kritis. Tapi menerapkan redundansi penuh dan pelindung radiasi di tiap komputer penerbangan? Itu butuh miliaran dolar untuk penelitian. Maskapai takkan mau bayar sampai gugatan hukum berjatuhan.

Realist_in_Tampa (Realis di Tampa)
Planes drop altitude all the time due to turbulence. This 'cosmic ray' angle is media sensationalism. The investigation isn’t even closed. Let’s not turn a scary moment into a sci-fi panic.

Pesawat sering turun ketinggian karena turbulensi. Narasi 'sinar kosmik' ini adalah sensasionalisme media. Investigasi saja belum selesai. Jangan jadikan momen menegangkan sebagai alasan panik ala film fiksi ilmiah.

Atmo_Physics_Grad_Student (Mahasiswa Fisika Atmosfer)
Earth’s atmosphere blocks most particles, but at cruising altitude (30,000–40,000 ft), exposure is 100x higher than on the ground. Combine that with outdated avionics in many planes? It’s a known risk, just under-discussed.

Atmosfer Bumi menahan sebagian besar partikel, tapi di ketinggian jelajah (30.000–40.000 kaki), paparan 100x lebih tinggi daripada di permukaan. Ditambah sistem avionik yang usang di banyak pesawat? Ini risiko yang sudah dikenal, cuma jarang dibahas.

Retired_Air_Traffic_Controller (Eks Petugas Lalu Lintas Udara)
After 30 years in the tower, I’ve seen systems glitch for no clear reason. Never thought it was space particles. Maybe I should’ve.

Setelah 30 tahun di menara, saya sering lihat sistem macet tanpa alasan jelas. Tak pernah mikir itu partikel luar angkasa. Mungkin saya seharusnya mikir begitu.

Pilot_with_787_Troubles (Pilot dengan Masalah 787)
You’re right — we dismiss odd glitches as 'tech being quirky.' But when a drop happens with zero mechanical fault, and solar activity is peaking? That’s when you start asking cosmic questions.

Anda benar — kita anggap kelainan teknis sebagai 'gadget sedang aneh.' Tapi saat pesawat turun tanpa kerusakan mekanis, dan aktivitas matahari sedang puncak? Saat itulah kita mulai bertanya soal ancaman dari luar angkasa.

Skeptical_Sam_on_Reddit (Sam yang Ragu-ragu di Reddit)
So next time my flight shakes, I should blame a supernova? Cool. At least it’s not the pilot's fault. Blame the universe, I guess.

Jadi kalau pesawatku gemetar lagi, aku harus salahkan supernova? Keren. Setidaknya bukan salah pilot. Salahkan alam semesta saja, deh.

Atmo_Physics_Grad_Student (Mahasiswa Fisika Atmosfer)
Actually, commercial flights now track real-time radiation levels. Some airlines already reroute near polar regions during solar flares. We're adapting — slowly.

Sebenarnya, penerbangan komersial kini memantau level radiasi secara real-time. Beberapa maskapai sudah mengalihkan rute dekat wilayah kutub saat terjadi badai matahari. Kita sedang beradaptasi — pelan-pelan.