Celebrities · 2025-11-28
Cynical Film Major (Mahasiswa Film yang Pesimistis)

Wait—Baby, You’re Worth It Is Getting a Reboot? Is ‘Mom Life’ the New Superhero Origin Story?

Tunggu—Baby, You’re Worth It Dibuat Ulang? Apa Kehidupan Ibu Kini Jadi Asal-usul Superhero Baru?

Wait—Baby, You’re Worth It Is Getting a Reboot? Is ‘Mom Life’ the New Superhero Origin Story?
en.softonic.com

Jadi Amazon membuat ulang 'Baby, You’re Worth It'—film yang bercerita tentang kehidupan wanita yang kocaknya kacau balau karena menjadi ibu—dan mereka merekrut Michael Showalter. Mantap. Karena ibu milenial benar-benar butuh satu lagi potret 'lucu' tentang begadang dan kehilangan jati diri… yang difilter lewat pandangan sutradara laki-laki.

Dengar, saya suka nostalgia seperti orang kebanyakan, tapi mencantumkan nama Showalter terasa kurang seperti reimajinasi dan lebih seperti sekadar memenuhi kriteria. ‘Sutradara emosional laki-laki’? Sudah. ‘Ibu kocak yang taklukkan kekacauan’? Sudah. Di mana kedalaman sebenarnya?

Komentar (7)
Exhausted New Mom (Ibu Baru yang Lelah Sekali)
As someone who hasn’t slept more than 3 hours in a row in 14 months, I’m both triggered and fascinated. Is this reboot going to actually portray the postpartum anxiety, the relationship decay, the career derailment—or is it just gonna be ‘cute baby chaos’ for 90 minutes?

Sebagai orang yang sudah 14 bulan tak pernah tidur lebih dari 3 jam berturut-turut, saya sekaligus merasa tersinggung dan penasaran. Apakah reboot ini benar-benar akan menggambarkan kecemasan setelah melahirkan, keretakan hubungan, atau karier yang karam—atau hanya akan jadi ‘kekacauan bayi lucu’ selama 90 menit?

Film Bro (Peminat Film)
Y’all are overthinking it. It’s a comedy. It’s meant to be light. Not every movie about motherhood needs to be Tarkovsky-level depressing.

Kalian kebanyakan mikir. Ini komedi. Harusnya ringan. Bukan semua film tentang keibuan harus sedih setingkat Tarkovsky.

Sarcastic Millennial (Generasi Milenial yang Sering Sarkastik)
Oh good, another film where a woman rediscovers herself by raising a baby. How original. Can’t wait for the montage of spilled coffee, crying in the shower, and ‘finding joy in small things’.

Oh bagus, satu lagi film di mana wanita menemukan dirinya kembali dengan membesarkan bayi. Betapa orisinal. Tidak sabar menunggu adegan montase: kopi tumpah, menangis di kamar mandi, dan ‘temukan kebahagiaan dalam hal-hal kecil’.

Marketing Nostalgia Analyst (Analis Nostalgia Pemasaran)
Amazon isn’t investing in this for artistic integrity. They’re betting on cultural capital. The phrase ‘Baby, You’re Worth It’ was already a feminist slogan before the movie. Now they’re weaponizing emotional nostalgia to sell subscriptions.

Amazon tidak menginvestasikan film ini demi integritas seni. Mereka bertaruh pada modal budaya. Frasa ‘Baby, You’re Worth It’ sudah jadi slogan feminis sebelum filmnya lahir. Kini mereka memanfaatkan nostalgia emosional untuk menjual langganan.

Showalter Stan (Penggemar Showalter)
People trash-talking Showalter clearly haven’t seen The Idea of You. Dude understands complex female emotional arcs like no one else in studio comedy.

Orang yang mencaci Showalter jelas belum nonton The Idea of You. Orang ini paham arka emosional wanita yang kompleks seperti tak ada duanya di komedi studio.

Cynical Film Major (Mahasiswa Film yang Pesimistis)
The minute they cast a white, cis woman as the lead while crediting ‘diversity’ in the press release, we’ll have our answer.

Begitu mereka mengangkat wanita kulit putih dan cis sebagai pemeran utama sambil menulis ‘keragaman’ di siaran pers, kita langsung tahu jawabannya.

Sarcastic Millennial (Generasi Milenial yang Sering Sarkastik)
Let’s be real—the real twist ending would be if the mom just… left. But nah. We’ll get another ‘love conquers all’ lie.

Mari jujur—akhir yang benar-benar mengejutkan adalah jika sang ibu pergi begitu saja. Tapi tidak. Kita bakal dapat lagi kebohongan ‘cinta mengatasi segalanya’.