LAFC Just Hired a 'Culture Guy' as Head Coach — But Can He Beat Messi’s Circus?
LAFC Baru Saja Tunjuk Pelatih 'Pemain Budaya' — Tapi Bisa Nggak Dia Lawan Sirkus Messi?

Jadi LAFC mengangkat Marc Dos Santos, pelatih yang sangat melekat dengan budaya klub, setelah kepergian emosional Steve Cherundolo. Secara teori, ini langkah yang penuh kesetiaan dan keberlanjutan—bagus untuk semangat ruang ganti, mungkin. Tapi jujur aja: dia mewarisi tim yang baru saja gagal di babak playoff melawan Vancouver… padahal lawannya main dengan 10 orang.
Dan ujian nyata pertamanya? Laga kandang melawan Lionel Messi. Bukan sembarang pertandingan—ini sorotan global, sirkus MLS yang datang ke kota. Dos Santos bicara tentang budaya dan ambisi, yang memang mulia… tapi bisakah filsafat mencetak gol kalau Messi ada di kubu lawan?
Mengangkat dari internal terdengar mulia, tapi cek catatannya: Dos Santos menukangi Vancouver dengan rekor 22 menang-39 kalah-20 seri dan nol kali lolos playoff. LAFC bukan lagi tim dalam proses bangun ulang—mereka dalam mode menang sekarang. Ini terasa kurang seperti kepercayaan pada budaya dan lebih mirip mengulur waktu.
Dia pernah menukangi tim USL kita! Dia tahu anak-anak muda yang naik ke atas. Kita punya bakat muda di mana-mana. Kadang-kadang, budaya MEMANG jadi strategi.
Ah, jangan gitu. Budaya nggak bisa hentikan Messi yang menerobos bek kanan dan mencetak gol di depan 70.000 penonton. Kita butuh pelatih kelas dunia, bukan pelukan kelompok.
Semua orang terobsesi mengalahkan Messi. Padahal, pertanyaan sesungguhnya: bisa nggak Dos Santos mengembangkan bakat muda lebih baik dari Cherundolo yang pernah di Eropa? Itu kemenangan jangka panjang.
Saya pernah lihat Dos Santos latih tim U-19. Dia nggak cuma ngajarin taktik—dia bentuk kepercayaan diri. Anak-anak percaya padanya. Itu lebih berharga daripada formasi keren.
Steve adalah saudara buat saya. Tapi kesetiaan di sepak bola diraih di lapangan, bukan di ruang rapat. Hormati warisannya, tapi datangkan orang yang pernah juara besar.
Sejak 2020, tim yang mengangkat asisten punya tingkat lolos playoff 41%—di bawah rata-rata liga. Budaya memang bagus, tapi data bilang mending ambil pelatih luar yang berpengalaman.
Marc asli Montreal! Dia juga punya pengalaman di Brasil. Ini ambisi lokal dengan sentuhan global. Beri dia kesempatan dulu.