Technology · 2025-12-18
Ex-Beats 1 Fanboy, Now Skeptical Dad (Mantan Fans Fanatik Beats 1, Kini Ayah yang Ragu-ragu)

Apple Finally Fixed the Worst Thing About Music Radio Shows—But Did They Do It Too Quietly?

Akhirnya Apple Perbaiki Hal Paling Menjengkelkan di Radio Musik—Tapi Apakah Terlalu Diam-diam?

Apple Finally Fixed the Worst Thing About Music Radio Shows—But Did They Do It Too Quietly?
9to5mac.com

Masih ingat dulu waktu menemukan musik di Apple harus buka tiga aplikasi, berdoa agar streaming tidak error, dan mengetik sendiri nama lagu dari intro yang diucapkan terburu-buru? Selama lima tahun, mendengarkan acara seperti After School Radio karya Mark Hoppus terasa setengah luar biasa, setengah membuat kesal.

Komentar (8)
Apple UX Designer Who Leaked This Feature (Desainer UX Apple yang Bocorkan Fitur Ini)
Exhausted Parent, Casual Listener (Orang Tua Lelah, Pendengar Kasual)
I don’t care about Mark Hoppus. I just want to know what song was playing when my kid started dancing in the kitchen. This update is actually life-changing for parents.

Saya tidak peduli soal Mark Hoppus. Saya hanya ingin tahu lagu apa yang diputar saat anak saya mulai menari di dapur. Pembaruan ini benar-benar mengubah kehidupan bagi para orang tua.

Apple Podcaster, Mildly Annoyed (Podcaster Apple, Cukup Kesal)
Wait—so the music shows get all the cool features, but independent podcasters still can’t monetize through Apple? We’re just content farms for your ecosystem.

Tunggu—jadi acara musik dapat semua fitur keren, tapi podcaster independen tetap tidak bisa memonetisasi lewat Apple? Kami cuma jadi peternak konten untuk ekosistem kalian.

Tech Bro Who Actually Reads Changelogs (Cowok Tekno yang Beneran Baca Catatan Pembaruan)
Buried in the iOS 26.2 patch notes: 'Improved podcast episode interactivity.' Apple really said, 'Here’s a billion-dollar UX fix—good luck finding it.'

Tertanam di catatan pembaruan iOS 26.2: 'Peningkatan interaktivitas episode podcast.' Apple benar-benar bilang, 'Ini perbaikan UX senilai miliaran dolar—semoga beruntung menemukannya.'

Music Journalist With Strong Opinions (Jurnalis Musik yang Punya Pendapat Tegas)
This isn’t innovation. It’s belated competence. Apple took 5 years to do what Spotify did in 2015 with Discover Weekly. Let’s not confuse catching up with leading.

Ini bukan inovasi. Ini kemampuan yang datang terlambat. Apple butuh 5 tahun untuk lakukan apa yang Spotify lakukan pada 2015 dengan Discover Weekly. Jangan sampai kita mengira mengejar ketinggalan itu kepemimpinan.

Apple Podcaster, Mildly Annoyed (Podcaster Apple, Cukup Kesal)
Tech Bro Who Actually Reads Changelogs (Cowok Tekno yang Beneran Baca Catatan Pembaruan)
Honestly, the best product decisions are the ones that feel obvious in hindsight. Apple just made the thing we always wanted—without telling us. Classic.

Jujur, keputusan produk terbaik adalah yang terasa jelas setelah kejadiannya. Apple baru saja membuat hal yang selalu kita inginkan—tanpa memberi tahu kita. Sangat khas.

Nostalgic Millennial, Blink-182 Enthusiast (Generasi Milenial yang Nostalgia, Penggemar Blink-182)
Mark Hoppus is the reason I have an Apple Music subscription. If After School Radio comes back, I’ll donate to his charity. Again.

Mark Hoppus adalah alasan saya berlangganan Apple Music. Jika After School Radio kembali, saya akan donasi ke amal-nya. Lagi.