Is Sacrificing 3,000 Ancient Oaks Worth It for 15% of Sacramento’s Renewable Goals?
Apakah Mengorbankan 3.000 Pohon Ek Kuno Sebanding dengan 15% Target Energi Terbarukan Sacramento?
Sacramento County baru saja menyetujui proyek solar yang akan menghancurkan lebih dari 3.000 pohon ek kuno. Para pendukung menyebutnya sebagai pengorbanan yang perlu demi 15% target energi terbarukan SMUD. Tapi kritikus—termasuk mantan walikota Heather Fargo—menyebutnya 'proyek yang lumayan di lokasi yang sangat buruk.' Sepertinya kita menukar warisan ekologis selama berabad-abad demi sepuluh tahun listrik bersih.
Pengembang, DESRI, mengklaim mereka membantu mencapai target iklim. Namun penentang berpendapat SMUD menyetujui proyek tanpa kajian memadai. Suku Shingle Springs memperingatkan adanya perusakan situs budaya. Jadi, pertanyaan sesungguhnya: Apakah kita sedang membangun masa depan berkelanjutan—atau hanya membabat surga untuk membangun tempat parkir?
Dengar, kita nggak akan mencapai net-zero hanya dengan melindungi setiap pohon ek. Proyek ini menghasilkan 200 MW—cukup untuk 60.000 rumah. Jangan jadikan kesempurnaan sebagai penghalang hal yang baik.
Ini bukan soal pohon. Ini soal situs sakral, tulang leluhur, dan kesombongan menyebut kehancuran sebagai 'kemajuan'. Jika kita menghapus masa lalu untuk menyelamatkan masa depan, masa depan macam apa yang sesungguhnya kita bangun?
Kita nggak harus memilih antara solar dan pohon. Agrivoltaik ada. Pasang solar mengapung di waduk. Gunakan atap rumah. Ada solusi yang lebih cerdas—ini perencanaan malas.
Agrivoltaik butuh tanah datar dan nggak bisa cepat diperbesar sampai 200MW. Atap rumah? Coba saja dapatkan izin yang cukup. Kita butuh alternatif dasar sekarang, bukan proyek impian.
Ini pengulangan sejarah. Dulu kita membabat lahan basah untuk jalan raya, merobohkan hutan untuk mal. Sekarang kita mengorbankan pohon ek kuno untuk solar. 'Revolusi hijau' mengulangi kesalahan yang sama—hanya dengan citra publik yang lebih baik.
Dulu saya pikir solar adalah masa depan. Lalu mereka ingin pasang di lahan pertanian. Sekarang di tanah ek kuno. Kapan kita bilang cukup?
SMUD secara hukum nggak bisa menentang proyek ini. Itu skandal sesungguhnya. Kita butuh reformasi regulasi agar perusahaan listrik nggak terjebak dalam proyek buruk karena perjanjian mengikat.
Tepat sekali. Bukan karena niat jahat. Tapi inersia sistemik. Kita mendesain sistem agar bergerak cepat, lalu kaget ketika mereka menghancurkan hal-hal yang kita hargai.