Game Awards' 'Future Class' Program Vanished – Was It Just Performative Woke-Washing?
Program 'Future Class' Game Awards Menghilang – Apa Cuma Woke-Washing Basa-Basi?

Jadi Game Awards luncurkan 'Future Class' tahun 2020 sebagai inisiatif keberagaman revolusioner—memilih 50 bintang muda dari latar belakang underrepresentatif di industri game. Semuanya tampak bagus di permukaan: siaran langsung, karpet merah, janji mentorship. Tapi kini program itu lenyap setelah dua tahun hening total dan pesertanya menyebutnya program 'kostum panggung'.
Inti sebenarnya? Begitu tren DEI (Keberagaman, Keadilan, Inklusi) mereda, dukungan pun ikut menghilang. Mantan peserta bilang mereka diundang ke 'Oscars-nya game'—lalu malah dikumpulin di Starbucks sementara influencer pesta. Tidak ada mentorship, tidak ada bantuan karier. Cuma Zoom kosong bareng 'teman-teman' Geoff Keighley. Dan sekarang? Situsnya hilang, nama mereka dihapus. Apa ini sebenarnya cuma akal-akalan PR?
Saat peserta beragam itu diperlakukan seperti figur latar di acara mereka sendiri, semuanya langsung terbongkar. Tak mungkin membangun inklusi sambil memperlakukan orang terpinggirkan sebagai hiasan panggung.
Saya datang dari Chili. Bayar sendiri karena 'dukungan' tak dijanjikan. Kami dikasih pertemuan satu jam di Starbucks tanpa staf atau agenda. Sementara itu, geng influencer pesta di tempat eksklusif. Ini bukan kelalaian. Ini sistem kasta.
Begitu Future Class minta pernyataan gencatan senjata untuk Palestina, terasa langsung dukungan mulai menguap. Minta perubahan dalam sistem? Eh, sekarang dianggap ‘terlalu politis’.
Ini kasus klasik 'teater keberagaman'. Tampak progresif, raih pujian, tapi jangan biarkan suara terpinggirkan benar-benar mengubah keseimbangan kekuasaan.
Kami minta mentorship yang lebih baik, presenter perempuan, aksesibilitas. Mereka bilang kami 'marah besar'. Artinya: merepotkan.
Tepat sekali. Bersuara kamu 'bandel'. Diam kamu jadi kostum. Nggak heran orang sudah muak dengan DEI yang cuma basa-basi.
Programnya gagal, tapi jaringannya tidak. Discord kami lebih hidup dari sebelumnya. Warisan sesungguhnya bukan panggung Keighley—tapi komunitas yang kita bangun.
Kami diundang karena berani bersuara. Lalu dihukum saat bersuara. Bukan cuma manajemen buruk. Ini pengkhianatan.