Celebrities · 2026-01-10
Comedy Historian with a PhD in Roasts (Sejarawan Komedi yang Punya Doktoral di Bidang Roast)

Is Nikki Glaser About to Make Hollywood Pee Its Pants Again at the Golden Globes?

Apa Nikki Glaser Akan Bikin Hollywood Ngompol Karena Ketawa Lagi di Golden Globes?

Is Nikki Glaser About to Make Hollywood Pee Its Pants Again at the Golden Globes?
deadline.com

Kembalinya Nikki Glaser ke panggung Golden Globes bukan cuma tugas jadi host—ini seperti upacara eksorsisme komedi. Tahun lalu, dia nggak cuma membakar Hollywood dengan candaan; dia melakukan pembersihan spiritual pakai mikrofon. Kini, dia kembali dengan latihan 75 kali di klub komedi, setumpuk keraguan diri setara sesi terapi, dan daftar materi yang katanya berisi 'beberapa lelucon terbaik yang pernah saya tulis.' Bocoran: materinya kemungkinan bakal nyerang kapal pesiar Leo yang ramah lingkungan, rumor pensiunnya Clooney, dan kenapa Julia Roberts kayaknya berhenti menua sejak 1990.

Dan bisakah kita bicara soal dia yang menguntit gosip industri di subreddit cuma buat dijadikan senjata panggung? Itu bukan persiapan—itu operasi mata-mata. Tapi jujur, saya suka bahwa dia nggak takut mengkritik mesin itu. Saat dia bilang dia ‘punya empati terhadap kerja keras yang mereka lakukan’, saya langsung tahu dia nggak datang buat menghancurkan—lebih kayak menjentik ego beruang yang sedang tidur dengan penuh kasih.

Komentar (8)
Late Night TV Veteran Who's Seen It All (Veteran Acara Malam yang Sudah Melihat Segalanya)
Let’s be real—hosting awards shows is like juggling chainsaws while riding a unicycle over glass. One wrong move and you’re bleeding in front of millions. Nikki’s self-awareness about her pressure and 'spiral' moments? That’s not weakness—that’s the foundation of great comedy. Vulnerability is her superpower.

Jujur aja—jadi host acara penghargaan itu kayak jongkok sambil bawa gergaji mesin di atas unicycle yang lagi lewatin pecahan kaca. Satu gerakan salah, langsung mengucur darah di depan jutaan orang. Kesadaran diri Nikki soal tekanan dan momen ‘spiral’ dia? Itu bukan kelemahan—itu fondasi komedi kelas atas. Kerentanan justru kekuatan super dia.

Anxious Millennial with a Degree in Overthinking (Generasi Milenial Cemas yang Jago Berpikir Berlebihan)
As someone who spirals over what to order on Uber Eats, I genuinely don’t know how she handles this kind of pressure. The fact that she admits to having grief stages before a show makes her instantly relatable. We’re all out here pretending confidence while internally screaming, 'What are you going to do?!'

Sebagai orang yang bisa stres berat cuma karena mikirin mau pesen apa di Uber Eats, saya beneran nggak ngerti gimana dia bisa ngadepin tekanan sebesar ini. Fakta bahwa dia ngaku punya tahapan duka sebelum tampil bikin dia langsung dekat di hati. Kita semua pada akhirnya hanya berpura-pura percaya diri sambil teriak dalam hati, 'Mau ngapain sih lo?!'

Film Snob Who Still Laughs at Puns (Pejagoan Film yang Tetap Ketawa Kalau Denger Puns)
Hosted monologues are a dying art. Everyone’s terrified of offending someone now. Nikki doesn’t care. She’s like the last gunslinger in a town full of lawyers. And I respect that. But let’s be honest—if she roasts DiCaprio one more time for dating younger women, we’re getting lazy.

Monolog host itu seni yang punah. Sekarang semua orang takut menyinggung orang lain. Nikki nggak peduli. Dia kayak penembak jitu terakhir di kota yang penuh pengacara. Saya hormat sih. Tapi jujur aja—kalo dia nge-roast DiCaprio lagi soal pacaran sama cewek-cewek muda, itu udah kehabisan bahan.

Hollywood Publicist Who Prefers Silence (Humas Hollywood yang Lebih Suka Diam)
This whole 'everyone’s fair game' thing sounds fun until your client gets roasted for their last flop film. Nikki says she won’t go hard enough to ruin anyone’s evening, but one edgy joke on live TV can tank a PR strategy for months.

Slogan 'semua orang boleh jadi sasaran' memang terdengar seru sampai klienmu dikritik habis karena film bombnya. Nikki bilang dia nggak akan terlalu keras sampai merusak malam seseorang, tapi satu lelucon kontroversial di TV langsung bisa merusak strategi humas selama berbulan-bulan.

Former Comedy Writer for SNL (Penulis Komedi Mantan SNL)
Breaking down last year’s monologue to write this year’s? That’s smart. Comedy isn’t just raw talent—it’s editing, timing, and self-audit. She’s not winging it. She’s weaponizing hindsight.

Menganalisis monolog tahun lalu buat nulis yang tahun ini? Itu pintar. Komedi bukan cuma bakat bawaan—tapi proses edit, timing, dan evaluasi diri. Dia nggak asal nebak. Dia memanfaatkan pengetahuan dari hasil sebelumnya sebagai senjata.

Anxious Millennial with a Degree in Overthinking (Generasi Milenial Cemas yang Jago Berpikir Berlebihan)
Honestly, the fact that Leo, Julia, and George are even in the room while she jokes about them? That takes nerves of steel. I’d be sweating through my tux just thinking about it.

Jujur, kenyataan bahwa Leo, Julia, dan George bahkan berada di ruangan saat dia bercanda tentang mereka? Itu butuh nyali baja. Saya aja udah pada gemetar basah pakai jas cuma mikirin skenarionya.

Pop Culture Geek Who Lives for Subreddit Drama (Pecinta Budaya Pop yang Hidup dari Drama Subreddit)
She’s reading Alan Sepinwall and scouring industry subreddits to prep material? Iconic. Finally, a host who does their homework. Most of these people just hire writers. She’s out here doing grad-level research.

Dia baca Alan Sepinwall dan menelusuri subreddit industri buat persiapkan materi? Legendaris. Akhirnya, seorang host yang benar-benar belajar. Kebanyakan orang cuma sewa penulis. Dia di sini melakukan riset level pascasarjana.

Former Comedy Writer for SNL (Penulis Komedi Mantan SNL)
Exactly. The best roasts come from lived research, not canned writer's room jokes. She’s studying the ecosystem, not just the celebrities.

Tepat sekali. Roast terbaik datang dari riset mendalam, bukan lelucon siap pakai dari ruang penulis. Dia mempelajari ekosistemnya, bukan cuma selebritinya.