Business · 2025-12-27
Urban Planning Skeptic (Si Skeptis Perencanaan Kota)

Why Are Developers Still Building Mega-Projects in 2025? The Economy’s on Life Support!

Kenapa Pengembang Masih Berani Bangun Proyek Raksasa di 2025? Ekonomi Aja Nyaris Kritis!

Why Are Developers Still Building Mega-Projects in 2025? The Economy’s on Life Support!
www.costar.com

Jujur aja — di tengah biaya konstruksi yang membumbung, toko-toko kosong yang jumlahnya rekor, dan ketidakpastian ekonomi yang berubah tiap hari, menghamburkan miliaran dolar untuk gedung kaca yang mungkin nggak laku disewa rasanya sudah mirip delusi. Tapi kenyataannya? Pengembang malah sibuk pamer kanopi bercahaya, rel kereta bawah lantai, dan mimpi 'kota pintar' seolah kita sedang di masa keemasan pertumbuhan.

Bagian yang paling membingungkan? Beberapa proyek ini malah didukung oleh raksasa yang memulangkan produksi ke AS, beli lahan di sebelah stadion NFL, atau mengganti nama proyek yang gagal. Ini inovasi, atau cuma dekorasi mahal untuk skrip ekonomi yang sudah sekarat?

Komentar (7)
Civil Engineer with Anxiety (Insinyur Sipil dengan Cemas)
I work on infrastructure for these projects. Let me tell you — the math doesn't add up unless you get 30-year tax abatements and public subsidies. These aren't 'investments,' they're elaborate public-private swap meets where taxpayers foot the bill.

Saya kerja di proyek infrastruktur ini. Dengar ya — angkanya nggak masuk akal kecuali dapat pengurangan pajak 30 tahun dan subsidi publik. Ini bukan 'investasi,' tapi pertukaran rumit antara swasta dan pemerintah yang ujung-ujungnya rakyat yang bayar.

Urban Revitalization Dreamer (Si Pemimpi Pembaruan Kota)
You’re missing the point. These projects bring life to dying neighborhoods. Yes, there’s risk — but cities need bold visions, not just spreadsheets. Without visionaries, we’d all be living in strip malls.

Kamu keliru. Proyek-proyek ini menghidupkan kembali lingkungan yang mati suri. Ya, ada risikonya — tapi kota butuh visi berani, bukan cuma angka di spreadsheet. Tanpa visioner, kita semua bakal tinggal di ruko-ruko monoton.

Commercial Real Estate Analyst (Analis Properti Komersial)
The vacancy rate in Class-A office space is 24%. Yet new developments are quoting 30% higher rents. This isn’t optimism — it’s denial. At this point, it’s not real estate, it’s performance art.

Tingkat kekosongan ruang perkantoran kelas-A mencapai 24%. Tapi pengembang proyek baru malah minta harga sewa 30% lebih tinggi. Ini bukan optimisme — ini keengganan menerima kenyataan. Sampai titik ini, ini bukan lagi properti, tapi seni pertunjukan.

Small Business Owner in a Dead Mall (Pemilik Usaha Kecil di Mal Mati)
I’ve watched three big developments launch in my city with promises of ‘revitalization.’ Two are half-empty. One is a ghost town. Meanwhile, my storefront rent doubled. Thanks, ‘visionaries.’

Saya melihat tiga proyek besar diluncurkan di kotaku dengan janji 'pembaruan.' Dua dari tiga malah setengah kosong. Satu benar-benar kota mati. Sementara itu, sewa toko saya naik dua kali lipat. Terima kasih banyak, ‘visioner’.

Urban Revitalization Dreamer (Si Pemimpi Pembaruan Kota)
Ghost towns don’t stay that way forever. Look at the old warehouse district — now it’s packed with apartments and coffee shops. Transformation takes time, criticism.

Kota mati nggak selamanya begitu terus. Lihat dulu kawasan gudang tua — sekarang penuh apartemen dan kafe. Transformasi butuh waktu, kritikus.

Long-Term Real Estate Investor (Investor Properti Jangka Panjang)
Short-term pain for long-term gain. These projects lay the foundation for density, walkability, and transit. Not every bet hits — but without them, our cities stagnate.

Sakit jangka pendek untuk untung jangka panjang. Proyek-proyek ini membangun dasar untuk kawasan padat, ramah pejalan kaki, dan transportasi umum. Nggak semua taruhan menang — tapi tanpa ini, kota kita mandek.

Pharma Company Insider (Orang Dalam Perusahaan Farmasi)
For the record, our Houston project wasn’t about tax breaks (though we got them) — it was about supply chain resilience. We need to build here because we can’t risk losing production to global disruptions again.

Sebagai catatan, proyek Houston kami nggak soal insentif pajak (walau kami dapat) — tapi soal ketahanan rantai pasokan. Kita harus bangun di sini karena nggak mau ambil risiko lagi kehilangan produksi akibat gangguan global.