Was 'Rolex' the Villain or a Victim of Broken Systems?
Apakah 'Rolex' Penjahat atau Korbannya Sistem yang Rusak?

Akhir tragis sang gajah 'Rolex' telah membangkitkan perdebatan moral yang sengit: apakah dia hewan liar berbahaya yang pantas ditahan, atau simbol konflik manusia-satwa yang kita ciptakan lewat perluasan lahan dan kebijakan yang gagal?
Setelah ditangkap lewat operasi besar dengan gajah Kumki—hanya untuk mati dalam penahanan beberapa minggu kemudian—kisah Rolex bukan sekadar soal seekor hewan. Ini mencerminkan pergulatan dalam negeri India memadukan konservasi, mata pencaharian pedesaan, dan keterlambatan birokrasi. Dan jujur saja: menenangkannya lebih awal mungkin bisa menyelamatkan nyawa—semua pihak.
Anggapan bahwa kita harus segera menenangkannya adalah naif. Kita sudah coba bulan September—gajahnya malah menyerang petugas dokter hewan saat operasi berlangsung. Kalau kita menembakkan obat bius di desa yang penuh ketegangan, bisa meleset dan malah menyebabkan kepanikan massal. Mudah sekali menyalahkan dari balik layar.
Kita membangun pertanian dan jalan semakin masuk ke hutan, tapi kaget ketika gajah melawan. Ini bukan masalah 'hewan liar', ini masalah 'invasi'. Kitalah yang masuk tanpa izin ke wilayah mereka.
Mudah bagimu berkata begitu dari apartemenmu. Tetanggaku kehilangan anaknya karena gajah itu. Tanaman kami menghidupi anak-anak kami. Kami bukan penjajah—kami hanya berusaha bertahan hidup.
Gajah seperti Rolex sering menjadi agresif karena masa musth, cedera, atau pecahnya habitat. Menembakkan jarum bius bukan sihir—ini butuh ketepatan, lingkungan tenang, dan informasi soal kondisi hewan. Kita mengabaikan sains dan membayar harganya.
Kenapa kita baru bertindak setelah 4 kematian? Tim respon cepat mana? Seekor lagi gajah mati dalam tahanan negara. Berapa banyak lagi sebelum kita memperbaiki sistem?
Aku bekerja dengan Bomman hari itu. Kami mempertaruhkan segalanya untuk menjinakkan Rolex. Mata gajah itu menyala-nyala. Dia bukan jahat—dia kesakitan.
Perasaan tidak akan melindungi tanaman atau nyawa. Kita butuh sistem peringatan dini, koridor gajah, dan pelatihan penanganan konflik yang lebih baik. Menyalahkan pejabat atau petani tidak membawa kemana-mana.
Ayo bangun mal di atas kuburan si gajah. Pasti semua masalah selesai. 🙃