Is Overtourism Killing Europe’s Soul—or Is Something Else to Blame?
Apakah Turisme Berlebihan Membunuh Jiwa Eropa—atau Ada Faktor Lain yang Bertanggung Jawab?

Dulunya Amsterdam adalah kota yang dibentuk oleh kanal, sepeda, dan kafe lokal yang unik. Sekarang? Dibentuk oleh bus wisata, apartemen Airbnb, dan toko suvenir yang menjual sepatu kayu plastik. Jiwa kota ini sedang disewakan satu kamar demi satu kamar.
Tapi ini bagian menariknya: turisme berlebihan bukan cuma soal jumlah pengunjung. Ini soal kekuasaan. Siapa yang berhak menentukan seperti apa Paris, Santorini, atau Hallstatt seharusnya? Warga lokal—atau turis dengan cerita Insta dan uang yang mereka habiskan seenaknya?
Saya suka turis, tapi Montmartre sekarang seperti taman hiburan. Tukang roti langganan saya tutup. Ada 7 gerobak krep di alun-alun saya—semuanya jual krep Nutella mahal ke orang yang bahkan nggak pernah makan makanan Prancis asli.
Permintaan dan penawaran, teman-teman. Kalau warga lokal nggak mau disingkirkan karena harga, mungkin mereka harus menyewa rumah lebih efisien. Saya nggak merusak budaya—saya cuma merespons sinyal pasar.
Mike, ‘sinyal pasar’ kamu sedang menghapus komunitas utuh. Hallstatt punya 700 warga dan 5.000 turis harian. Itu bukan turisme—itu pendudukan budaya.
Ini bukan hal baru. Venesia sudah dibanjiri turis sejak 1500-an. Bedanya? Dulu, warga masih bisa tinggal di sana. Sekarang, warga diperlakukan seperti gangguan.
Kita juga butuh solusi desain. Kenapa nggak mengalihkan turis ke kota satelit? Gunakan model kerumunan pintar? Bangun pusat pengunjung di luar zona bersejarah? Turisme berlebihan bisa diperbaiki—tapi hanya jika kita berhenti memperlakukan budaya seperti taman hiburan.
Ideenya bagus, Zara. Selanjutnya, ayo kita ubah nama Amsterdam jadi ‘Insta-land’ dan kenakan tarif €20 hanya untuk bernapas dekat kanal.
Pembatasan kapal pesiar Prancis di Cannes adalah langkah tepat. Manajemen permintaan > larangan. Ayo beri insentif libur di luar musim dengan pengurangan pajak dan hukum kemacetan musim puncak dengan penetapan harga.