Is Larry Ellison Buying Hollywood—or Just Trying to Save Oracle’s AI Moonshot?
Apakah Larry Ellison Sedang Membeli Hollywood—Atau Cuma Mencoba Menyelamatkan Proyek AI Oracle?

Mari kita hentikan hiruk-pikuk: Oracle berubah dari pelaku cloud paling lambat jadi pembangun infrastruktur AI paling agresif dalam dua tahun, didanai utang, akses politik, dan jaminan pribadi $40,4 miliar dari Larry Ellison. Ini bukan inovasi—ini taruhan berisiko tinggi ala dinasti keluarga.
Kesepakatan OpenAI membawa lonjakan kekayaan bersih $89 miliar dalam satu hari, tapi kini arus kas Oracle negatif, utangnya membengkak, dan kekayaan Ellison turun lebih dari $130 miliar. Pertanyaan sesungguhnya bukan apakah Oracle bisa membangun pusat data AI—tapi apakah mereka membangunnya untuk pelanggan, atau hanya untuk menopang harga saham.
Orang-orang terus kehilangan poin utamanya: Oracle bukan cuma membangun pusat data, tapi membangun kepercayaan. Di industri yang semua ingin OpenAI tapi tak percaya Microsoft atau Amazon, Oracle jadi platform netral ketiga. Koneksi politik Ellison bukan bendera merah—itu akses ke modal dan pengaruh yang tak bisa dibeli pesaing.
Jadi biar aku benar-benar paham: kita percaya seluruh strategi AI Oracle pada proyeksi pendapatan Skydance dan tawaran gagal untuk Warner Bros? Ini bukan taruhan teknologi, ini merger gengsi yang didanai uang ayah konglomerat.
Lupakan drama Hollywood. Fakta sesungguhnya adalah Oracle berubah dari tidak relevan dalam pelatihan AI jadi mengoperasikan salah satu kluster GPU terbesar dalam hitungan bulan. Ini kecepatan infrastruktur yang tak bisa dipalsukan. Basis data lawas mungkin memudar, tapi ini Oracle sedang mencipta ulang dirinya.
Mereka menggunakan utang hingga maksimal, dan jaminan $40 miliar Ellison? Itu bukan dukungan—itu keputusasaan. Saat pendiri secara pribadi menjamin kesepakatan sebesar itu, itu bukan tanda percaya diri—tapi sinyal bahwa investor institusional menolak ikut serta.
Kamu boleh mengolok-olok kisah keluarga sepuasnya, tapi jika Ellison berhasil merampungkan trio Paramount-Skydance-TikTok, dia bukan cuma taipan teknologi—dia akan mengendalikan narasi di film, streaming, dan video pendek. Itu kekuatan lunak yang tak bisa ditandingi algoritma sekalipun.
Ini terasa seperti tahun 1999 lagi. Utangnya, janji proyek bintang, dan ego pendiri—semua dilapisi kilau AI. Oracle membangun perangkat lunak perusahaan selama puluhan tahun. Kini mereka berjanji jadi tulang punggung AGI? Jangan bercanda.
Apa yang kita saksikan bukan cuma pergeseran perusahaan—tapi langkah khas kapitalisme tahap akhir: penggabungan kekayaan, media, dan teknologi untuk mengkonsolidasi pengaruh. Ellison bukan membangun AI. Dia membangun warisan.
Kalian pada nulis esai. Intinya: saham Oracle turun, utang naik, dan Ellison kehilangan $130 miliar. Kalau mimpi AI itu nyata, angkanya takkan seperti portofolio anak crypto setelah pasar bearish.